Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengundang para investor global untuk berinvestasi di Tanah Air, dan berjanji akan membereskan semua hambatan bisnis melalui Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) alias Debottlenecking.
Hal itu disampaikannya di hadapan para investor yang hadir dalam acara 'International Seminar on Debottlenrcking Channel', yang digelar di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.
Melalui kanal debottlenecking dan Satgas P2SP, Purbaya berjanji menjaga kepercayaan investor untuk berbisnis dan berinvestasi di Indonesia.
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Melalui mekanisme ini, Purbaya akan menyediakan wadah dengar pendapat langsung antara para pelaku usaha dan pemangku kebijakan, guna menyelesaikan hambatan-hambatan yang ada dalam proses bisnis atau investasi.
"Saya mendengarkan dari sektor swasta apa masalah mereka, dan kami akan menyelesaikan masalah tersebut. Pada akhirnya kami juga akan memperbaiki regulasi sesuai dengan itu," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.
Dia meyakini bahwa cara ini merupakan pendekatan yang lebih baik, dan akan memberikan hasil yang lebih cepat karena penanganan masalah yang nyata dalam proses bisnis dan investasi. "Karena kami akan menangani masalah secara nyata, yang dihadapi oleh para komunitas bisnis di negara kita," ujarnya.
Nantinya, sidang penyelesaian masalah dan hambatan bisnis akan digelar seminggu sekali, guna menyelesaikan 1-2 kasus yang dihadapi para pengusaha saat berbisnis di Indonesia. Cara itu diyakini Purbaya akan membantu memperbaiki iklim usaha dan investasi di Tanah Air, dalam rentang waktu setahun ke depan.
Terbukti, sejak mekanisme sidang debottlenecking ini digelar mulai 16 Desember 2025 lalu, sebanyak 142 pengaduan telah masuk. Dimana 83 pengaduan di antaranya telah dibahas secara terbuka, dan 45 aduan diklaim telah berhasil diselesaikan.
"Saya memastikan mekanisme yang efektif dan efisien ini, untuk memfasilitasi kekhawatiran investor tentang perizinan dan proses yang lancar. Juga untuk mengatasi kekhawatiran investor mengenai proses investasi dan bisnis mereka di Indonesia," ujar Purbaya.
"Dengan ini, saya mendorong semua investor dari seluruh dunia percaya diri untuk berinvestasi di negara Indonesia yang menjanjikan ini," ujarnya.





