Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengusulkan tambahan anggaran khusus untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (ekraf) dengan nilai kurang dari Rp1 triliun pada tahun 2026.
Usulan tersebut disampaikan Muhaimin usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Muhaimin mengatakan, "Tahun ini akan ditambahi anggaran khusus untuk seluruh kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif. Saya mengajukan kurang dari Rp1 triliun dan insyaallah akan terus ditambah untuk kegiatan-kegiatan yang mendorong tumbuh kembangnya UMKM kita".
Pemerintah Perkuat Pembiayaan UMKMSelain mengusulkan tambahan anggaran, pemerintah juga memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku UMKM melalui skema kredit yang dipermudah.
Salah satu program yang diperkuat pemerintah ialah kredit usaha rakyat (KUR) bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Muhaimin menegaskan seluruh program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan akan terus dilanjutkan melalui koordinasi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat bersama kementerian dan lembaga terkait.
Muhaimin mengatakan, "Semua program-program yang sudah dicanangkan dan dijalankan oleh Kemenko beserta kementerian-kementerian itu akan terus dilanjutkan, terutama untuk UMKM akan mendorong dan terus meminta, memerintahkan kepada jajaran kementerian dan lembaga agar terus menfasilitasi UMKM kita".
Aset Idle BUMN Akan Dimanfaatkan untuk UMKMPemerintah juga akan meminta seluruh kementerian, lembaga, dan badan usaha milik negara (BUMN) lebih aktif memfasilitasi pelaku UMKM agar berkembang dan memperoleh akses pasar.
Salah satu langkah yang didorong pemerintah ialah pemanfaatan aset atau ruang idle milik BUMN serta kementerian dan lembaga untuk kegiatan UMKM.
Pemanfaatan ruang tersebut dapat digunakan sebagai lokasi pemasaran, ruang display produk, hingga tempat penyelenggaraan festival ekonomi kreatif.




