Kronologi Gadis Indramayu Jadi Korban TPPO di China, Dijanjikan Kerja Restoran

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
Kronologi Gadis Indramayu Jadi Korban TPPO di China, Dijanjikan Kerja RestoranNasional | inews | Rabu, 13 Mei 2026 - 02:53Dengarkan Berita

INDRAMAYU, iNews.id – Niat Kusnia (21) asal Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengadu nasib ke luar negeri berujung pilu. Bukannya pekerjaan yang didapat, Kusnia justru menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kasus ini bermula saat Kusnia ditawari oleh dua orang warga Indonesia untuk bekerja di salah satu restoran di China. Tergiur dengan iming-iming gaji besar, ia pun menyetujui tawaran tersebut. 

Namun, sesampainya di Negeri Tirai Bambu, janji bekerja di restoran tersebut hanyalah bohong belaka. Kusnia justru dipaksa menjadi pengantin pesanan untuk seorang pria warga negara setempat. 

"Awalnya dijanjikan kerja restoran, tapi malah dinikahkan. Katanya ada uang mahar Rp400 juta, tapi kenyataannya korban hanya diberi Rp20 juta," kata ibu korban, Darkem, Selasa (12/5/2026). 

Penderitaan Kusnia tak berhenti di situ. Selama tinggal dengan pria tersebut, ia mengaku kerap mendapatkan kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Jika menolak kemauan pria yang menikahinya, Kusnia akan dianiaya. 

Baca Juga:Di Halalbihalal IKA PMII, Gus Salam Umumkan Maju Jadi Calon Ketum PBNU

Kabar terbaru menyebutkan bahwa saat ini Kusnia berada di sebuah panti jompo di wilayah Anhui, China. Ia hidup terlantar dan hanya mengandalkan belas kasihan dari penjaga panti jompo untuk sekadar makan. 

Penderitaan yang dialami anaknya membuat Darkem tak berhenti menangis. Dia meminta pertolongan pemerintah untuk memulangkan anaknya. 

"Anak saya sering telepon sambil nangis, cerita disiksa di sana. Saya mohon kepada pemerintah, tolong pulangkan anak saya. Kami orang kecil tidak punya biaya," ujar Darkem dengan suara terbata-bata. 

Melalui sebuah pesan video, Kusnia meminta pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta pemerintah pusat agar segera memulangkannya ke Tanah Air. Saat ini, kondisi Kusnia sangat memprihatinkan dan terlantar di luar negeri.

Pihak keluarga kini sangat berharap Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan KBRI di China dapat segera melakukan langkah diplomasi untuk menjemput Kusnia. 

Baca Juga:Muktamar PBNU 2026 Digelar Agustus, Ini Daftar Panitianya

Hingga saat ini, kasus dugaan TPPO pengantin pesanan ini tengah menjadi perhatian aktivis buruh migran dan perangkat desa setempat untuk segera dilaporkan secara resmi ke pihak berwenang guna proses hukum bagi para perekrut yang berada di Indonesia.

#jabar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mendengarkan Podcast
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dudung Sidak SPPG di Petamburan dan Kebon Jeruk: Dua Dapur Ini Tidak Layak!
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Apakah Hantavirus Penyakit Baru? Ini Penjelasan Kemenkes
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Kulit Wanita Ini Menghitam Setelah Minum Obat Antibiotik buat Rosacea
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
4 Oditur Militer Hendak Jenguk Andrie Yunus di RSCM, tapi Ditolak
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.