Sidang Chromebook, JPU Ungkap Peran Pihak Luar Kepercayaan Nadiem

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap dugaan keterlibatan pihak eksternal di lingkungan Kemendikbudristek untuk memuluskan rencana Nadiem Anwar Makarim agar Chromebook tetap menjadi pilihan dalam proyek pengadaan. Nadiem disinyalir lebih mempercayai konsultan dan staf khusus dari kalangan luar ketimbang jajaran struktural di kementeriannya sendiri.

"Lalu siapa yang dilibatkan? Pertanyaannya kan seperti itu. Yang dilibatkannya adalah orang-orang luar, orang-orang luar yang dipercayanya yaitu Jurist Tan, Fiona, dan Ibam, serta beberapa orang lain," kata JPU Roy Riady di Jakarta, dilansir Media Indonesia, Selasa, 12 Mei 2026.
 

Baca Juga :

Hakim Tetapkan Korupsi Chromebook Merugikan Negara Rp5,26 Triliun

Roy menjelaskan bahwa berdasarkan fakta persidangan, Nadiem tidak memberdayakan sumber daya manusia (SDM) organik kementerian, seperti para Dirjen hingga Direktur, dalam merencanakan kebutuhan digitalisasi pendidikan. Sebaliknya, pihak yang dilibatkan adalah sosok-sosok seperti Ibrahim Arief (Ibam), Fiona Handayani, dan Jurist Tan.

"Maka saya tanya, bagaimana lazimnya Saudara memimpin sebuah kementerian? Dia mengakui pola dia memimpin seperti dia bawa pola Gojek. Dan dia tidak berkomunikasi dengan Dirjen dan para Direktur," ujar Roy.

Jaksa juga menyoroti adanya grup WhatsApp bernama 'Mas Menteri Core Team' yang dibentuk sejak Agustus 2019, jauh sebelum pelantikan resmi. Grup tersebut diduga berfungsi untuk menggantikan peran Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dikdasmen) dengan tenaga luar.


Nadiem Makarim. Foto: Dok. Metro TV.

"Tapi pembicaraan di grup Kemendikbud x wartek yang beranggotakan Jurist Tan, Fiona Handayani dan Ibrahim Arief sudah membahas Chromebook, namun Nadiem menyebut tidak mengetahuinya," tambah Roy.

Lebih lanjut, JPU menilai keterangan Nadiem di persidangan sangat kontradiktif dengan bukti elektronik yang ada. Meski Nadiem mengklaim keputusan kebijakan berada di tangan menteri dan direktur, pada praktiknya jajaran struktural tersebut justru terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan terkait pengadaan Chromebook.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Infrastruktur Pascabencana Berfungsi, Logistik Sumatera Berangsur Normal
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Warga RI Banyak Berobat ke Luar Negeri, KEK Disiapkan Jadi Pusat Kesehatan
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Cara Mudah Mengecek Apakah Telur Masih Layak Dimakan
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 19 jam lalumediaapakabar.com
thumb
DIKLATDA V HIPMI Jawa Barat Jadi Ajang Kaderisasi Pengusaha Muda Masa Depan
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.