Arab Saudi Ternyata juga Diam-Diam Melancarkan Serangan Rahasia ke Iran Selama Konflik Timur Tengah

harianfajar
11 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JEDDAH—Arab Saudi secara diam-diam melancarkan serangan udara balasan di dalam Iran selama konflik Timur Tengah baru-baru ini setelah serangan rudal dan drone menargetkan kerajaan tersebut. Reuters melaporkan pada hari Selasa mengutip pejabat Barat dan Iran.

Menurut laporan tersebut, serangan itu dilakukan oleh Angkatan Udara Saudi pada akhir Maret dan menandai contoh pertama yang diketahui dari Riyadh yang secara langsung melakukan aksi militer di wilayah Iran.

Target spesifik serangan tersebut tidak dapat dikonfirmasi secara independen.

Operasi rahasia tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul konflik yang lebih luas yang dimulai setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Selama perang berkecamuk, Iran meluncurkan rudal dan drone ke keenam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk, menargetkan tidak hanya pangkalan militer AS tetapi juga situs sipil, bandara, dan infrastruktur minyak, sambil menutup Selat Hormuz dan mengganggu perdagangan global.

Reuters dikutip dari India Today melaporkan bahwa Arab Saudi menanggapi dengan serangan “balas dendam” setelah serangan berulang kali terhadap wilayahnya.

Meskipun para pejabat Saudi tidak secara langsung mengkonfirmasi serangan tersebut, kerajaan itu menegaskan kembali posisinya yang mendukung de-eskalasi dan stabilitas regional.

“Kami menegaskan kembali posisi konsisten Arab Saudi yang menganjurkan de-eskalasi, pengendalian diri, dan pengurangan ketegangan,” kata seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Saudi kepada Reuters.

Kementerian Luar Negeri Iran tidak menanggapi permintaan komentar.

Laporan tersebut mengatakan bahwa serangan balasan tersebut diikuti oleh keterlibatan diplomatik intensif antara Riyadh dan Teheran, yang akhirnya mengarah pada pemahaman informal yang bertujuan untuk mencegah konfrontasi regional yang lebih luas.

Seorang pejabat Iran yang dikutip oleh Reuters mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk “menghentikan permusuhan, melindungi kepentingan bersama, dan mencegah eskalasi.”

Para analis percaya bahwa perkembangan ini mencerminkan pergeseran besar dalam postur keamanan Arab Saudi.

Secara tradisional bergantung pada Amerika Serikat untuk pertahanan regional, Riyadh tampaknya telah mengadopsi pendekatan militer yang lebih tegas setelah serangan berulang kali mengungkap kerentanan di wilayah Teluk.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa negara-negara Teluk yang terkena dampak serangan Iran telah mulai merespons secara militer. Uni Emirat Arab juga dilaporkan telah melakukan operasi yang menargetkan Iran selama konflik tersebut.

Meskipun ada tindakan balasan, Arab Saudi dilaporkan tetap menjaga komunikasi diplomatik dengan Teheran sepanjang krisis. Kerajaan tersebut dikatakan lebih memilih membatasi eskalasi sambil tetap membuka saluran dialog.

Ketegangan ini terjadi meskipun ada rekonsiliasi yang dimediasi China antara Arab Saudi dan Iran pada tahun 2023, yang memulihkan hubungan diplomatik setelah bertahun-tahun permusuhan dan konflik proksi di seluruh wilayah.

Reuters melaporkan bahwa jumlah serangan rudal dan drone yang menargetkan Arab Saudi menurun tajam setelah serangan balasan dan keterlibatan diplomatik selanjutnya.

Namun, kekhawatiran keamanan regional tetap tinggi, terutama terkait serangan yang diduga diluncurkan dari Irak oleh kelompok-kelompok yang didukung Iran selama fase akhir konflik.

Perkembangan ini menggarisbawahi volatilitas yang meningkat di wilayah Teluk dan menyoroti bagaimana konflik tersebut telah menarik banyak kekuatan regional ke dalam konfrontasi langsung dan tidak langsung sementara upaya diplomatik terus dilakukan untuk mencegah perang yang lebih luas. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ditanya Mahasiswa, Anggota DPR: Masyarakat Tahu Nggak Maksud Perampasan Aset?
• 6 jam laludetik.com
thumb
Self-Compassion: Sebuah Antitesis atau Fondasi?
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Dorong Babak Final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Diulang, DPR: Supaya Adil, Tidak Mengurangi Minat dan Antusiasme Anak-Anak
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Pernyataan Shindy Lutfiana MC LCC Empat Pilar MPR RI 2026 soal Ucapan "Mungkin Itu Hanya Perasaan Adik-Adik Saja": Tidak Patut Saya Sampaikan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Apresiasi Satgas PKH: Kembalikan 2,3 Juta Hektar Hutan dan Denda Rp10 Triliun ke Kas Negara
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.