Muncul Dugaan Kasus Hantavirus di Pulau Terpencil Milik Inggris, Pasukan Payung Diterjunkan untuk Mengirim Bantuan dari Udara

erabaru.net
11 jam lalu
Cover Berita

Sebuah kepulauan terpencil milik Inggris di Samudra Atlantik Selatan dilaporkan diduga mengalami kasus infeksi Hantavirus. Otoritas Inggris pun mengirim pasukan payung untuk menjatuhkan bantuan logistik dari udara.

EtIndonesia. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada 8 Mei mengkonfirmasi bahwa seorang warga negara Inggris turun dari kapal pesiar MV Hondius yang sebelumnya mengalami wabah Hantavirus, lalu menuju tempat tinggalnya di Tristan da Cunha. Orang tersebut diduga terinfeksi Hantavirus yang mematikan.

Brigade Serangan Udara ke-16 Angkatan Darat Inggris mengirim satu tim yang terdiri dari enam pasukan payung dan dua tenaga medis ke pulau tersebut.

 “Pasukan payung, tenaga medis, dan perlengkapan medis telah tiba melalui udara. Kami berharap hal ini dapat membuat warga Tristan da Cunha merasa lebih tenang,” ujar Komandan brigade, Ed Cartwright. 

Gambar yang disediakan oleh Kementerian Pertahanan Inggris menunjukkan sebuah pesawat angkut militer menjatuhkan pasokan ke wilayah seberang laut Inggris, Tristan da Cunha, pada 9 Mei 2026. (Kopral Sarah Barsby RAF/Hak Cipta Kementerian Pertahanan Inggris melalui Getty Images)

Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Inggris menunjukkan bahwa pada 9 Mei 2026, sebuah pesawat angkut militer menjatuhkan bantuan logistik dengan parasut ke wilayah Tristan da Cunha.

Gambar yang disediakan oleh Kementerian Pertahanan Inggris menunjukkan sebuah pesawat angkut militer menjatuhkan pasokan ke wilayah seberang laut Inggris, Tristan da Cunha, pada 9 Mei 2026. (Kopral Sarah Barsby RAF/Hak Cipta Kementerian Pertahanan melalui Getty Images)

Tristan da Cunha terletak di Samudra Atlantik Selatan, kira-kira di tengah antara Afrika dan Amerika Selatan. Pulau ini merupakan salah satu wilayah seberang laut Inggris paling terpencil dan juga dianggap sebagai salah satu pulau berpenghuni paling terpencil di dunia.

Pulau tersebut hanya memiliki 221 penduduk dan dua tenaga medis yang bertanggung jawab merawat seluruh warga. Tidak ada landasan pacu bandara di pulau itu, sehingga bantuan biasanya hanya bisa dikirim melalui kapal laut.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Kawal Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 219.648 Ton Pupuk Subsidi
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jelang Pertemuan Xi Jinping-Trump, China Murka Rencana AS Jual Senjata ke Taiwan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Reaksi Kurniawan Dwi Yulianto Usai Gagal Antarkan Timnas Indonesia U-17 ke Perempat Final Piala Asia: Mohon Maaf Atas Kegagalan Ini
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
MSCI Umumkan Perubahan Small Cap Index, AMRT Masuk, ANTM hingga SIDO Keluar
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.