Jember Transformasikan Posyandu Menuju 6 SPM untuk Perkuat Pelayanan Dasar

eranasional.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jember, ERANASIONAL.COM – Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat pelayanan dasar masyarakat melalui pemberdayaan peran perempuan dan kelembagaan desa. Komitmen tersebut selaras dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi serta Bimbingan Teknis bagi TP PKK, Tim Posyandu, dan Bunda PAUD di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (12/5/2026).

Forum strategis ini mengutamakan transformasi Posyandu menuju 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara terintegrasi. Dengan demikian, layanan di tingkat desa dan kelurahan kini mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, hingga ketenteraman umum.

Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah progresif untuk mendekatkan layanan pemerintah kepada warga. Ia menilai bahwa para kader bukan sekadar menjalankan amanah organisasi, melainkan bertindak sebagai motor penggerak perubahan sosial.

“Transformasi Posyandu menuju 6 bidang SPM bukan beban, melainkan afirmasi positif guna memperluas manfaat layanan agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ghyta Eka Puspita.

Di samping itu, Ghyta mengajak para kader agar lebih aktif turun langsung ke tengah masyarakat demi memahami berbagai persoalan di lapangan. Langkah tersebut sangat krusial agar kader dapat mengidentifikasi potensi lokal sekaligus menjadi jembatan antara kebutuhan warga dan pemerintah daerah.

“Keberhasilan program tidak cukup hanya dirancang di ruang perencanaan, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan,” tegas Ghyta mengingatkan para kader.

Bahkan, ruang lingkup peran kader kini meluas hingga mencakup pendataan air bersih, pengelolaan sampah, serta identifikasi rumah tidak layak huni. Maka dari itu, sinergi antara TP PKK, Posyandu, dan Bunda PAUD menjadi fondasi utama dalam membangun generasi Jember yang sehat serta berdaya saing.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jember terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program unggulan satu tahun wajib belajar prasekolah. Hal ini dikarenakan pendampingan terbaik pada masa emas pertumbuhan anak akan menentukan kualitas sumber daya manusia pada masa depan.

“Para penggerak PKK, kader Posyandu, dan Bunda PAUD harus menjadi garda terdepan perubahan sosial yang hadir langsung di tengah masyarakat,” pungkas Ghyta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mbappe Sudah Mengambil Keputusan soal Masa Depannya di Madrid Setelah Kesepakatan dengan Mourinho
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Krisis Adab, Eksodus Otoritas dan Bayang-Bayang Pengkhianatan Intelektual
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Stok Solar di Shell Kembali Tersedia, Kementerian ESDM: Beli dari Pertamina
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
1.738 Dapur MBG Disetop Sementara, Istana Bongkar Celah Tata Kelola Program Makan Gratis
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Pastikan Masih Kejar Harun Masiku
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.