Grup Djarum Beberkan Alasan Masuk ke Bisnis Peternakan Sapi Perah

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Djarum Group mengungkap alasan ekspansi ke sektor pangan dan agribisnis dengan membangun peternakan sapi perah terbesar di Indonesia yang berlokasi di Brebes. Langkah ini dilakukan di tengah tingginya kebutuhan susu nasional yang hingga kini sekitar 80% masih bergantung pada impor.

CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri mengatakan bisnis susu ini adalah bagian dari pilar Fast Moving Consumer Good atau FMCG Djarum Group dalam naungan Savoria Group.

Bisnis Savoria Group mencakup bisnis kopi melalui merek Kopi Tubruk Gadjah dan Caffino, bisnis confectionery melalui permen FOX’S, bisnis pastry melalui merek 5Days, minuman isotonik HydroPlus, serta minuman berbasis teh Sariwangi.

Investasi tersebut disebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah dalam percepatan produksi susu dan daging nasional, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dalam negeri.

“Sebagai bentuk komitmen terhadap Program Kerja Prioritas Presiden khususnya Program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional, Djarum Group berinvestasi untuk membangun peternakan sapi perah terbesar di Indonesia,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (13/5/2026).

Saat ini, konsumsi susu masyarakat Indonesia terus meningkat seiring naiknya kesadaran terhadap gizi dan kesehatan. Namun di sisi lain, produksi susu segar domestik belum mampu memenuhi kebutuhan industri maupun konsumsi rumah tangga.

Baca Juga

  • Manuver Grup Djarum Rambah Bisnis Peternakan Sapi
  • Siasat Djarum Tekan Impor Susu: Bangun Peternakan Terintegrasi hingga Zero Waste
  • Manuver Tajam Grup Djarum

Melalui proyek peternakan modern itu, Djarum Group ingin membangun rantai bisnis susu terintegrasi dari hulu hingga hilir atau from farm to factory guna menjaga kualitas dan kesegaran produk sampai ke tangan konsumen.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi susu masyarakat, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” tulis manajemen perusahaan.

Djarum Group memilih Brebes, Jawa Tengah, sebagai pusat pengembangan bisnis susu karena dinilai memiliki posisi strategis baik dari sisi logistik maupun ekosistem agribisnis.

Wilayah tersebut dekat dengan sentra produksi jagung sebagai sumber utama pakan ternak, sekaligus memiliki akses yang relatif dekat ke pasar susu segar terbesar di Indonesia, yakni kawasan Jabodetabek.

Selain faktor geografis, kondisi sosial masyarakat Brebes yang mayoritas berprofesi sebagai petani dinilai mendukung pengembangan peternakan modern berbasis agribisnis.

Melalui PT Global Dairi Alami dan PT Global Dairi Bersama, Grup Djarum menargetkan populasi hingga 36.000 ekor sapi perah dalam beberapa tahun ke depan.

“Jika proyek sudah beroperasi penuh, kapasitas produksi susu yang dihasilkan diperkirakan dapat menyumbang sekitar 18% terhadap target produksi susu segar nasional,” terangnya.

Seluruh produk tersebut ditopang oleh jaringan distribusi nasional yang telah dimiliki grup, sehingga dinilai dapat menjadi kekuatan tambahan dalam pengembangan bisnis susu ke depan.

Prospek Industri Susu

Ihsan tak menampik sejumlah tantangan dari bisnis ini, yaitu biaya operasional yang tinggi karena harga pakan yang tidak stabil serta kualitas pakan yang tidak konsisten dan lebih rendah dibandingkan dengan pakan impor.

Belum lagi, imbuhnya, ancaman penyakit seperti PMK dan LSD yang berdampak langsung pada penurunan produktivitas, bahkan kematian hewan ternak dan terbatasnya benih unggul di dalam negeri, baik itu sapi perah maupun pakan ternak (jagung khusus silase).

Secara keseluruhan, dia menilai prospek industri susu nasional pada 2026 masih sangat menjanjikan. Selain didorong oleh pertumbuhan permintaan dan meningkatnya kesadaran gizi masyarakat, program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis juga diperkirakan akan meningkatkan konsumsi susu nasional.

Meski pasar terus tumbuh, tingginya ketergantungan impor justru dipandang sebagai peluang investasi besar bagi pelaku industri domestik untuk memperkuat kapasitas produksi lokal.

Ke depan, Djarum Group memastikan akan terus memperluas ekspansi di sektor pangan dan agribisnis melalui pengembangan lini FMCG yang terintegrasi dengan rantai pasok nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump mulai lawatan ke China, isu Iran dan Taiwan jadi sorotan
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Chiki Fauzi Lukis Simbol Perlawanan Palestina di Layar Kapal Kemanusiaan Flotilla
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Astra (ASII) Cetak Penjualan Mobil 41.752 Unit per April 2026
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Blue Economy ala Prabowo: Membangun Kampung Nelayan dan Harapan Baru di Pesisir
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Tingkatkan Minat Baca Jadi Budaya Baca
• 22 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.