Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi Berjalan Lambat, KNKT Ungkap Sebabnya

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Proses investigasi kecelakaan maut antara KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Semeru di Bekasi Timur dinilai berjalan lambat oleh Komisi V DPR RI. Ketua Komisi V, Lasarus, mempertanyakan lamanya investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), meski menurutnya alat bukti di lokasi sudah cukup jelas.

“Ini kan bukan pesawat meledak. Itu semua ada di situ. Instrumen semua ada, tanpa peralatan khusus, ini secara kasat mata bisa dilihat. Tidak perlu cari kotak hitam,” ujar Lasarus di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Pernyataan tersebut disampaikan usai Komisi V DPR memutuskan menunda rapat pembahasan permintaan penjelasan pemerintah terkait insiden kecelakaan yang menewaskan 16 orang tersebut. Penundaan dilakukan karena Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tak hadir dalam rapat dengan alasan sakit.

“Kesimpulan yang saya ambil, tadi sudah saya sampaikan tiga dari empat pimpinan minta rapat ini ditunda. Enam dari delapan unsur fraksi yang ada minta rapat ini juga ditunda,” kata Lasarus.

KNKT Ungkap Progres 

Menanggapi hal itu, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan investigasi masih berada pada tahap pengumpulan data dan pengujian teknis di lapangan. KNKT  masih mendalami sejumlah aspek penting sebelum menyimpulkan penyebab kecelakaan.

“Jadi kami masih dalam taraf pengumpulan data-data di lapangan dan ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan, di lintas, kemudian di komunikasi seperti apa. Kita lagi pengumpulan data-datanya. Masih banyak yang kita kumpulkan,” kata Soerjanto, ditemui di gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/5). 

Ia mengatakan KNKT juga masih perlu melakukan wawancara lanjutan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan insiden tersebut.

“Dan masih ada beberapa orang yang harus kita wawancarai,” ujarnya.

Selain pemeriksaan lapangan, KNKT juga mendalami rekaman CCTV dan data digital dari perangkat serupa black box yang terdapat di kereta maupun kendaraan lain yang terkait dalam rangkaian kejadian.

“Tergantung dari hasil evaluasi data-data tersebut apakah kita perlu minta konfirmasi atau keterangan lebih lanjut dari orang-orang yang berkaitan dengan masalah itu,” kata Soerjanto.

KNKT juga masih mendalami data dari taksi hijau yang disebut berada di lokasi awal kejadian. Menurut Soerjanto, data dari kendaraan tersebut masih dalam proses pengunduhan dan analisis.

“Bagian data sudah kami peroleh. Tapi kami juga perlu mengklarifikasi lagi dengan pengemudinya. Nanti kalau data yang di mobil taksi itu kan ada black box-nya juga. Ini lagi kita unduh,” ujarnya.

Setelah proses evaluasi selesai, KNKT akan kembali meminta keterangan tambahan dari pengemudi maupun orang-orang di sekitar lokasi.

“Nanti setelah kita evaluasi dan nanti kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitar itu apa yang terjadi di taksi green taxi tadi itu,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Banyak Perempuan Pintar Berakhir “Stuck” di Rumah?
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pendidikan Manajemen Penting untuk Menumbuhkan Usaha
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Gunung Semeru Erupsi 4 Kali Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Keteladanan KH Ali Maksum, Sosok Egaliter dan Pemaaf
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kepala Bakom: Penerima Manfaat MBG Capai 61,9 Juta, Target 82,9 Juta
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.