Buntut Polemik LCC MPR RI Kalbar Berujung Lomba Ulang, Juri dan MC Dinonaktifkan

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Polemik penjurian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat terus bergulir dan memicu gelombang reaksi nasional. 

Perbedaan penilaian terhadap jawaban yang dianggap sama dalam babak final membuat publik ramai mempertanyakan objektivitas dewan juri. 

Video cuplikan lomba itu bahkan viral di media sosial dan memancing kritik dari berbagai kalangan, termasuk DPR RI.

Sorotan publik semakin membesar setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dewan juri dan pembawa acara atau MC dalam ajang tersebut. 

Tidak hanya itu, desakan agar lomba diulang akhirnya mendapat respons langsung dari pimpinan MPR RI. Final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat dipastikan akan digelar ulang demi menjaga rasa keadilan dan memulihkan kepercayaan publik.

Polemik Penilaian Juri Jadi Sorotan Publik

Insiden yang memicu kontroversi itu terjadi dalam final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026. 

Dalam sesi rebutan, peserta dari SMAN 1 Pontianak yang tergabung di Grup C menjadi regu pertama yang menekan bel dan menjawab pertanyaan terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?” tanya pembawa acara dalam tayangan YouTube MPR.

Perwakilan Grup C menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan oleh Presiden. 

Namun, jawaban tersebut justru dinilai salah oleh dewan juri dan membuat Grup C mendapat pengurangan nilai minus lima.

Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (9/5/2026)
Sumber :
  • Tangkapan layar

Situasi menjadi semakin panas ketika pertanyaan yang sama dilempar kepada Grup B dari SMAN 1 Sambas. Regu tersebut memberikan jawaban yang dinilai publik memiliki substansi sama, tetapi justru mendapat nilai 10 dari juri.

Keputusan itu langsung diprotes peserta dari Grup C yang merasa dirugikan. Mereka mempertanyakan mengapa jawaban serupa mendapatkan penilaian berbeda.

Salah satu dewan juri, Indri Wahyuni, kemudian menyoroti aspek artikulasi peserta saat menjawab.

“Begini ya, sudah diingatkan dari awal, artikulasi itu penting ya. Jadi, biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas ya,” ujar Indri dalam tayangan yang viral di media sosial.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Lanjutkan Misi di UNIFIL, Kirim 780 Personel TNI ke Lebanon
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Anggota Komisi X DPR Sebut SE Mendikdasmen Jadi Peluang Percepat Guru Honorer Diangkat ASN
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Fakta Menarik di Balik Red Bull Cliff Diving yang Akan Digelar di Bali
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Begal Pelajar di Palmerah Jakbar Jual Motor Korban untuk Beli Narkoba
• 1 menit lalukompas.com
thumb
Ekspor Ribuan Motor Ilegal Rugikan Negara, Bagaimana Duduk Soalnya?
• 8 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.