Ekspor Ribuan Motor Ilegal Rugikan Negara, Bagaimana Duduk Soalnya?

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita
Apa yang Bisa Anda Pelajari dari Artikel ini?
  1. Bagaimana modus ekspor motor ilegal di Jakarta?
  2. Berapa banyak keuntungan eksportir ilegal dan kerugian yang diderita negara?
  3. Bagaimana kelanjutan penyelidikan kasus ekspor motor ilegal di Jakarta?
  4. Apa kaitan antara ekspor motor ilegal dengan maraknya pencurian motor di Jakarta?
1. Bagaimana modus ekspor motor ilegal di Jakarta?

Polisi menggerebek sebuah gudang penyimpanan motor ilegal di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Setidaknya ada 1.494 motor yang disita sebagai barang bukti. Dari aktivitas yang telah berlangsung sejak empat tahun silam, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 177 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanuddin mengatakan, kasus ini terkuak berkat laporan masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan di sebuah pergudangan kawasan Kebayoran Lama. Setelah diselidiki, ada aktivitas ilegal, yakni penadahan kendaraan bermotor dan beberapa tindak pidana lainnya.

”Kendaraan-kendaraan ini dikumpulkan dan dipersiapkan untuk diselundupkan ke luar negeri tanpa dokumen kepemilikan yang sah,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Menurut Kepala Sub-Direktorat Pencurian Kendaraan Bermotor Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Noor Marghantara, pelaku mendapatkan unit motor dari dealer melalui perantara dengan menggunakan nama atau KTP orang lain. Hal ini menunjukkan adanya keterlibatan pihak perantara dalam rantai distribusi awal.

Setelah motor berhasil diperoleh, kendaraan tersebut tidak langsung dijual, melainkan dikumpulkan di gudang penyimpanan. Gudang ini menjadi titik sentral operasi sebelum kendaraan dikirim ke luar negeri. Polisi menemukan ribuan unit motor dalam kondisi relatif baru di lokasi ini.

Motor-motor tersebut kemudian dipereteli menjadi beberapa bagian. Praktik ini dilakukan untuk memudahkan pengemasan sekaligus menghindari deteksi saat pengiriman. Komponen seperti mesin, rangka, hingga bagian kecil lainnya dikemas secara terpisah. Menurut Noor, motor yang telah dipereteli ini akan dirakit kembali di negara tujuan.

Polisi telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus ini, yaitu Direktur PT Indobike Dua Enam (Indobike 26) berinisial WS. Tindakan WS berpotensi merugikan masyarakat karena jaringan ini menggunakan KTP milik masyarakat untuk mengaktifkan aplikasi atau mengaktifkan jaminan fidusia atau mengaktifkan pinjaman. ”Alhasil, masyarakat tidak bisa menggunakan data pribadinya pribadinya kembali karena data tersebut bermasalah,” kaya Iman.

2. Berapa banyak keuntungan eksportir ilegal dan kerugian yang diderita negara?

Dalam kurun waktu sekitar empat tahun, jaringan ini berhasil mengekspor sekitar 99.000 unit sepeda motor ke berbagai negara. Dari aktivitas tersebut, pelaku diperkirakan meraup keuntungan puluhan miliar rupiah. Noor Marghantara menyebutkan, keuntungan yang diperoleh tersangka dari aktivitas ini sekitar Rp 26 miliar.

Sementara dalam pengembangan lain, estimasi keuntungan bahkan mencapai Rp 29 miliar. Keuntungan ini diperoleh karena pelaku tidak menanggung biaya pajak dan kewajiban legal lainnya yang seharusnya melekat pada penjualan kendaraan bermotor. Mereka mendapatkan margin yang jauh lebih besar dibandingkan pelaku usaha legal.

Sementara itu, polisi memperkirakan potensi kerugian negara mencapai Rp 177 miliar akibat praktik ini. Kerugian tersebut terutama berasal dari pajak kendaraan bermotor yang tidak dibayarkan.

Selain pajak, negara juga kehilangan potensi bea keluar dan pendapatan lain yang berkaitan dengan ekspor resmi. Hal ini berdampak langsung pada penerimaan negara dan stabilitas sektor fiskal. Tidak hanya itu, praktik ini juga merusak iklim usaha yang sehat. Pelaku usaha resmi dirugikan karena harus bersaing dengan jaringan ilegal yang memiliki biaya operasional lebih rendah.

Baca JugaModus 99.000 Sepeda Motor Ilegal Diekspor ke Tahiti dan Togo
3. Bagaimana kelanjutan penyelidikan kasus ekspor motor ilegal?

Hingga saat ini, penyelidikan kasus masih berada dalam tahap pengembangan. Polisi baru menetapkan satu tersangka utama, yakni WS, namun diyakini kasus ini melibatkan jaringan yang jauh lebih luas.

Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch Edison Siahaan mengatakan, WS kemungkinan tidak bekerja sendiri. Penggelapan motor hingga ribuan unit membutuhkan peran banyak pihak. Bahkan, kemungkinan melibatkan orang berpengaruh. Hal itu karena mulai dari leasing, surveyor, hingga pihak yang melakukan ekspor ke luar negeri sudah tersistem secara baik. ”Bisa jadi ada oknum dari Bea dan Cukai atau instansi lain yang terlibat,” katanya.

Apalagi, aksi ini menggunakan data pribadi orang lain untuk melancarkannya. ”Tidak mungkin, WS melakukannya sendiri. Ini sudah melibatkan jaringan besar,” ujarnya.

Penyidik Polda Metro Jaya, menurut Edison, seharusnya sudah memiliki kemampuan yang mumpuni untuk mengungkap kasus ini secara lebih rinci. Namun, ada kejanggalan dalam pengungkapan kasus ini. Sebab, polisi baru bisa membongkar kasus ini setelah pelaku beroperasi dengan leluasa selama empat tahun. ”Di mana fungsi pengawasan dan Bhabinkamtibmas di wilayah itu,” ujarnya.

Sosiolog kriminalitas Universitas Gadjah Mada (UGM) Soeprapto mengatakan, ada beberapa unsur atau pihak yang berperan dalam kasus ini. Ada yang bertugas mencari dan mengumpulkan kartu tanda penduduk (KTP), menjadi penadah, mengirimkan barang, mencari pembeli, serta memberikan dana. ”Jadi, tidak mungkin jika tersangkanya hanya satu,” katanya.

Noor Marghantara mengatakan, setelah menetapkan satu orang tersangka yakni WS, polisi berfokus untuk mengungkap siapa pihak yang menyalurkan motor ke gudang penyimpanan. Dari pengakuan tersangka, ada perantara yang menyalurkan motor dari dealer ke pengepul. Lalu, pengepul ini mengirimkan unit ke gudang penyimpanan. Untuk mendapatkan motor tersebut, pelaku menggunakan data pribadi milik orang lain. 

Baca JugaBanyak Hal Belum Terjawab di Balik Penggerebekan Eksportir Motor Ilegal
4) Apa kaitan antara ekspor motor ilegal dengan maraknya pencurian motor di Jakarta?

Kasus ekspor motor ilegal ini memiliki keterkaitan erat dengan meningkatnya kasus pencurian kendaraan bermotor di Jakarta. Ekspor ilegal berperan sebagai pasar atau “hilir” bagi motor hasil kejahatan.

Keberadaan penampung dan jalur distribusi yang aman membuat pelaku pencurian memiliki kepastian bahwa barang curian mereka dapat dijual. Hal ini mendorong peningkatan intensitas dan keberanian dalam melakukan aksi.

Budi Hermanto mengatakan, penampung seperti ini menjadi napas bagi para pelaku pencurian di hulu. Selama jalur penjualan tetap tersedia, aksi pencurian akan terus berulang. Bahkan, pelaku menjadi semakin nekat karena adanya permintaan yang stabil.

Aksi maling motor yang nekat di siang hari itu, antara lain, terjadi di Jalan H Naman, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2026). Dalam rekaman kamera pemantau (CCTV) yang viral di media sosial, dua pelaku mengenakan pakaian dan helm hitam mengendap-endap berusaha menghindari warga yang sedang berjaga di pos pengamanan.

Setelah melewati pos penjagaan, salah satu pelaku lalu menghampiri area parkir motor. Ia menaiki motor tersebut dan berhasil menyalakan motor dalam waktu tujuh detik.

Petugas keamanan yang melihat aksi tersebut ingin menutup portal untuk membatasi pergerakan pelaku. Namun, pelaku lain yang berdiri di dekat posko langsung mengacungkan sesuatu yang diduga senjata api ke arah petugas keamanan.

Berada di bawah ancaman, petugas keamanan yang berjaga terpaksa membuka portal dan membiarkan dua maling motor itu kabur membawa hasil curian. Saat ini, polisi masih memburu pelaku. ”Kami masih melakukan penyelidikan maksimal,” ujar Kepala Polsek Duren Sawit Komisaris Sutikno, Selasa (12/5/2026).

Baca JugaKomplotan Maling Motor di Jakarta Kian Nekat, Pakai Senjata Api di Siang Hari

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Rapat Dadakan di Lobby Kemenkeu, Siapkan Skenario Jaga Rupiah
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menakutkan! Sekutu Amerika Mulai Jor-Joran Beli Senjata
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Masriah yang Viral Melempar Kotoran Manusia ke Tetangga Kembali Berulah
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
iPhone 17 Diklaim Jadi Smartphone Terlaris di China, Kalahkan Merek Lokal
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
DEN Minta Masyarakat Hemat BBM untuk Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.