KPU RI dan Koalisi Pewarta Pemilu Tandatangani MoU untuk Perkuat Transparansi dan Literasi Demokrasi

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia bersama Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) guna memperkuat sinergi dengan insan pers, meningkatkan transparansi informasi, serta mendukung penyelenggaraan pemilu dan pilkada ke depan di Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

KPU Dorong Pemberitaan Pemilu Lebih Berimbang

Penandatanganan MoU dilakukan di ruang rapat utama lantai 2 Gedung KPU RI sebagai upaya memperkuat pemberitaan kepemiluan dan meningkatkan literasi demokrasi di tengah masyarakat.

Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan kerja sama tersebut menjadi pertama kalinya dalam sejarah KPU melakukan kolaborasi intens dengan insan pers yang fokus meliput isu kepemiluan.

“Mungkin untuk pertama kalinya di kantor KPU ini bahwa dukungan penyampaian informasi dari teman-teman Koalisi Pewarta Pemilu sangat luar biasa, apa yang terjadi di KPU ini, gelas pecah saja jadi berita, apalagi lebih dari itu,” ungkap Afifuddin.

KPU juga berharap KPP DEM dapat terus mendukung penyebarluasan informasi mengenai pemilu di Indonesia melalui pemberitaan yang lebih luas dan berimbang.

“Tentu kita berharap tidak ansih, bad news is good news, tetapi good news is news. Berita baik tentang pemilu juga baik, mungkin ada perlunya juga kita memberitakan hal-hal yang melingkari pemilu tetapi tidak semuanya berurusan dengan pemilu,” ujar Afifuddin.

KPP DEM Sebut Kolaborasi Penting untuk Demokrasi

Ketua KPP DEM Achmad Satryo Yudhantoko mengatakan penandatanganan MoU merupakan bentuk konsistensi lembaganya dalam mengawal seluruh proses pemilu di Indonesia.

“Kami Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi sampai hari ini masih berusaha untuk konsisten, berkolaborasi dengan KPU RI untuk sama-sama mengawal pesta demokrasi lima tahunan yang pastinya tidak pernah luput dari sorotan masyarakat,” kata Satryo.

Satryo juga memuji KPU karena dinilai tidak pernah membeda-bedakan media massa dalam pemberian informasi kepemiluan kepada para jurnalis.

“Alhamdulillah selama kami berkolaborasi setiap tahun, KPU selalu membuka ruang yang luas dengan tidak membeda-bedakan mana pers yang mainstream atau kelas satu, pers kelas dua, ataupun pers yang sekarang lagi ramai mungkin media-media homeless. Jadi KPU selalu memiliki ruang untuk kawan-kawan pers, jurnalis,” ujarnya.

KPP DEM berharap kerja sama dengan KPU dapat memperluas kolaborasi yang telah terjalin sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi demokrasi Indonesia.

“Harapan kami dari Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi, mudah-mudahan dengan ditandatangani MoU pada hari ini, kolaborasi yang sudah terjadi antara KPU dengan KPP DEM itu bisa menjadi lebih luas dan bisa menjadi lebih bermanfaat untuk sama-sama kita memperbaiki indeks demokrasi Indonesia di mata dunia,” tutur Satryo.

Selain dengan KPP DEM, KPU RI juga menandatangani MoU dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, dan Arsip Nasional Republik Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Usut Peran Ajudan Bantu Fadia Arafiq Terima Gratifikasi
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Buka Opsi Tarik Pasukan TNI dari Lebanon, Ini Syaratnya
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Kaltim sasar ekosistem sungai-danau dalam penertiban "Illegal fishing"
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Pembangunan 357 Huntap Pascabencana di Sumatera Rampung, Satgas PRR Kejar Penyelesaian Bertahap
• 18 jam lalupantau.com
thumb
ASEAN For The Peoples Week 2026: FPCI Dorong ASEAN Lebih Berpusat pada Rakyat
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.