TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Seekor ular King Cobra sepanjang sekitar empat meter masuk ke area kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jalan Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, Senin (11/5/2026).
Ular berbisa tersebut sempat bersembunyi di dalam toilet sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh seorang reptiler bernama Teguh (33).
“Kurang lebih hampir 20 menit, kurang lebihnya ya kurang lebihnya. Karena memang posisi kan di dalam toilet,” ujar Teguh saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Heboh, King Cobra Berhasil Lepas dari Paket Pengiriman Semarang ke Surabaya
Teguh mengatakan, pertemuannya dengan king cobra itu bermula dari laporan rekannya yang diterima sekitar pukul 21.00 WIB.
Saat itu, ia sedang berada di rumah temannya yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian.
“Jaraknya enggak terlalu jauh, sekitar lima menit sampai,” kata dia.
Namun, sebelum tiba di lokasi, Teguh mendapat informasi dari petugas keamanan BRIN bahwa ular tersebut sempat berada di luar gedung.
Baca juga: King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand
Saat melihat ular itu, sejumlah petugas keamanan sempat mengerumuninya. Kondisi itu diduga membuat ular panik hingga masuk ke dalam gedung dan bersembunyi di toilet.
“Ke dalam lobi dulu lalu setelah itu dia kabur masuk ke dalam toilet. Setelah masuk ke dalam toilet baru ditutup oleh anggota biar ularnya nggak ke mana-mana,” kata dia.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 21.05 WIB, Teguh langsung memulai proses evakuasi yang berlangsung sekitar 20 menit.
“Ularnya gede dan itu emang agresif banget, mengejar dia itu kan,” jelasnya.
Selama proses evakuasi, Teguh menggunakan alat bantu yang disediakan petugas BRIN.
Baca juga: Kewaspadaan pada Satwa Liar, Bukan Hanya untuk King Cobra
“Memang tadinya enggak pakai alat, tapi saya pikir lebih safety pakai alat. Ini kan di kantor, jadi sekalian mengajarkan safety handling,” jelas Teguh.
Ia memperkirakan king cobra tersebut memiliki panjang sekitar empat meter dengan berat sekitar delapan kilogram.
Menurut Teguh, kemunculan king cobra di kawasan BRIN bukan kali pertama terjadi.
Ia menilai kawasan tersebut masih memiliki habitat hutan yang mendukung keberadaan ular liar, termasuk king cobra.
“King Cobra memang di sana banyak. Kalau saya sendiri sudah dua kali evakuasi di sana,” kata Teguh.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular liar tanpa pengetahuan yang memadai.
“Kalau ketemu ular yang enggak tahu jenisnya, lebih baik jangan ditangkap. Kalau di dalam rumah atau kantor, panggil petugas atau orang yang memang terbiasa menangani,” ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




