Sekjen PBB Antonio Guterres Soroti Peran Afrika dalam Mendorong Perubahan Global

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Nairobi:  Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyoroti kepemimpinan Afrika dalam berbagai isu global saat membuka Africa Forward Summit di Nairobi, Kenya, Selasa, 12 Mei 2026.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tersebut diselenggarakan bersama oleh Presiden Kenya William Ruto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Guterres mengatakan Afrika kini tidak lagi hanya menunggu solusi dari negara lain, tetapi mulai menjadi penggerak utama perubahan dunia.

“Afrika tidak menunggu. Afrika sedang bergerak. Afrika sedang memimpin,” ujar Guterres dalam pidatonya, dikutip dari media UN News, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menilai Afrika berperan besar dalam mendorong reformasi lembaga keuangan global yang dibentuk sejak 1945 dan dinilai sudah tidak sesuai dengan kondisi dunia saat ini. Ketidakadilan Global Menurutnya, negara-negara Afrika juga berkontribusi dalam penyusunan alat negosiasi utang baru, reformasi sistem pemeringkatan kredit, serta pengesahan Pact for the Future dan Sevilla Commitment terkait pembiayaan pembangunan.

Guterres juga menyinggung ketidakadilan global yang masih dialami Afrika. Meski memiliki lebih dari 1,5 miliar penduduk, Afrika hingga kini tidak memiliki kursi tetap di Dewan Keamanan PBB dan masih terbatas dalam pengambilan keputusan di lembaga keuangan internasional.

“Ibukan Afrika yang rugi. Dunia yang rugi karena suara Afrika tidak diperhitungkan secara layak,” kata Guterres.

Ia turut memperingatkan adanya krisis solidaritas global akibat menurunnya bantuan pembangunan resmi di saat kebutuhan negara berkembang meningkat. Selain itu, Afrika disebut menjadi kawasan yang paling terdampak perubahan iklim meski bukan penyebab utama krisis tersebut. Kekayaan Mineral hingga AI Menurut Guterres, Afrika memiliki 60 persen potensi energi surya terbaik di dunia, tetapi hanya menerima dua persen investasi energi bersih global. Ia menyebut sekitar 600 juta warga Afrika masih belum memiliki akses listrik dan satu miliar lainnya masih menggunakan bahan bakar memasak tidak bersih yang menyebabkan sekitar 800 ribu kematian setiap tahun, terutama perempuan dan anak-anak.

Sekjen PBB juga menyoroti kekayaan mineral penting di Afrika yang dibutuhkan dalam transisi energi hijau dunia. Namun, ia menilai selama ini keuntungan dari sumber daya tersebut lebih banyak dinikmati pihak luar, sementara dampak lingkungannya ditinggalkan di Afrika.

“Tidak boleh ada lagi eksploitasi dan penjarahan. Rakyat Afrika harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat sumber daya Afrika,” tegasnya.

Di akhir pidatonya, Guterres menyerukan kerja sama internasional yang setara dengan Afrika, termasuk investasi di sektor industri, pendidikan, riset, dan kecerdasan buatan (AI).

Ia juga menekankan pentingnya generasi muda Afrika karena pada pertengahan abad ini satu dari empat penduduk dunia diperkirakan berasal dari Afrika. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Sekjen PBB Sebut Nigeria dalam Posisi Unik untuk Pimpin Benua Afrika


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang Menggila, Arab Saudi Diam-Diam Serang Langsung Wilayah Iran
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Nasib Industri Perunggasan
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
KKL I Pemuda Katolik 2026, Dorong Kader Sebagai Penguat Green Ekonomi Daeeah
• 49 menit lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Pemotor Tewas di Johar Baru Jakpus, Diduga Menyalip lalu Tertabrak Truk
• 9 menit lalukompas.com
thumb
OJK Harap Investor Selektif Investasi di Pasar Modal RI
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.