OJK Harap Investor Selektif Investasi di Pasar Modal RI

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menilai kondisi pasar saham Indonesia saat ini merupakan momentum yang tepat bagi investor untuk masuk ke pasar modal secara selektif.

Hal ini didasarkan pada valuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang saat ini tergolong lebih rendah dibandingkan dengan bursa saham di kawasan regional Asia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa daya tarik pasar modal Indonesia tercermin dari rasio Price Earning Ratio atau PER IHSG yang kini berada di level sekitar 16 kali.

PER adalah rasio yang menunjukkan berapa kali investor mau membayar harga saham dibandingkan dengan laba yang dihasilkan per saham perusahaan.

Angka ini tercatat jauh lebih rendah dibandingkan dengan posisi puncak pasar saham pada pertengahan Januari 2026 lalu.

"Kami memperhatikan tingkat rata rata harga yang dicerminkan dari rasio PER IHSG kita sekarang sudah jauh di bawah posisi pada saat terjadi all time high di pertengahan Januari [2026]. Secara regional, tingkat rata rata PER saham kita bahkan sudah berada di bawah rata rata bursa lainnya," ujar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5).

"Sebetulnya kami berharap para investor kita secara selektif memanfaatkan momentum ini untuk masuk di pasar dan memilih saham-saham terbaik yang secara prospektif dapat terus melakukan perbaikan kinerja dari waktu-waktu ke depannya," imbuh Hasan.

Menurut Hasan, kondisi valuasi yang kompetitif ini dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk memilih saham saham yang memiliki prospek perbaikan kinerja dalam jangka panjang.

OJK memandang dinamika pasar yang terjadi saat ini, termasuk dampak dari penyesuaian indeks MSCI, sebagai proses pembentukan baseline baru yang lebih sehat dan transparan bagi industri pasar modal nasional.

Meskipun terdapat fluktuasi indeks, OJK memastikan bahwa aktivitas pasar masih berjalan wajar tanpa adanya aksi jual massal yang mengkhawatirkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri HAM: Kalau MBG Tidak Libatkan Pemda, Masalah Keracunan Bakal Terus Berulang
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mendag Mau Cari Solusi Mahalnya Biaya Logistik
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Jateng Bongkar Kasus Korupsi BPR Purworejo, Negara Rugi Rp 41 Miliar
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
3 Tanda Olahraga Masih Aman untuk Ibu Hamil
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Koalisi Sipil Kecam Pembubaran Pemutaran Film "Pesta Babi": Serangan terhadap Kebebasan Berekspresi
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.