Tanggal 13 Mei tahun ini merupakan “Hari Falun Dafa Sedunia” ke-27, sekaligus peringatan 34 tahun penyebaran Falun Dafa ke seluruh dunia. Dari New York hingga Toronto, dari London hingga Sydney, dari Tokyo hingga Changchun, para praktisi Falun Gong di seluruh dunia memperingati hari yang sakral, penuh keindahan, dan sarat rasa syukur ini dengan berbagai cara.
Di era ketika perang belum mereda, hati manusia gelisah, dan moralitas terus merosot, semakin banyak orang menyadari bahwa yang paling kurang bagi umat manusia bukanlah kekayaan materi, melainkan kekuatan spiritual yang mampu menenangkan hati dan membimbing manusia melewati kabut kebingungan. Dengan berpedoman pada prinsip “Sejati-Baik-Sabar”, Falun Dafa bagaikan sebuah bahtera di tengah zaman yang kacau, membawa cahaya dan harapan bagi tak terhitung banyaknya orang.
I. Dafa Mulai Diajarkan, Jumlah Praktisinya Mencapai Ratusan JutaTiga puluh empat tahun lalu, pada hari yang dipenuhi bunga bermekaran—13 Mei 1992—Master Li Hongzhi mulai memperkenalkan Falun Gong di Changchun, Tiongkok timur laut.
Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah metode kultivasi tingkat tinggi aliran Buddha yang berpedoman pada karakteristik fundamental alam semesta “Sejati, Baik, Sabar”. Latihan ini memiliki lima perangkat gerakan yang sederhana dan mudah dipelajari—empat latihan gerakan dan satu latihan meditasi.
Master Li Hongzhi mengadakan total 56 sesi pelatihan Falun Gong di 23 kota di daratan Tiongkok. Efek luar biasa Falun Gong dalam menyembuhkan penyakit, meningkatkan kesehatan, dan memurnikan hati membuat banyak orang tertarik mempelajarinya. Melalui penyebaran dari orang ke orang dan hati ke hati, Falun Gong dengan cepat menyebar ke lebih dari 30 provinsi, daerah otonom, dan kota setingkat provinsi di Tiongkok, serta ke Hong Kong, Makau, dan Taiwan, juga ke banyak negara dan wilayah di dunia. Hingga tahun 1999, hanya dalam waktu tujuh tahun, jumlah praktisi Falun Gong telah mencapai lebih dari seratus juta orang.
Di mana pun Falun Gong diperkenalkan, di sana muncul suasana hati manusia yang mengarah pada kebaikan, moralitas yang meningkat kembali, serta banyak perbuatan baik bermunculan. Di tengah dunia yang moralnya merosot dan dipenuhi materialisme, Falun Gong bagaikan cahaya keemasan, aliran air jernih, dan tanah suci yang membawa ketenangan, kedamaian, dan keluhuran yang telah lama hilang bagi hati manusia yang penuh dengan kegelisahan dan kecemasan.
Pada 20 Juli 1999, diktator Partai Komunis Tiongkok, Jiang Zemin, karena rasa iri hati yang kuat dan demi kepentingan pribadinya, mengerahkan seluruh mesin negara untuk melancarkan penindasan terhadap Falun Gong.
Namun, setelah 27 tahun berlalu, penganiayaan PKT bukan saja gagal menghancurkan Falun Gong; sebaliknya, Falun Gong semakin tersebar luas ke lebih dari 150 negara dan wilayah di Eropa, Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Australia, dan Afrika. Falun Gong menjadi metode kultivasi yang berasal dari Tiongkok namun mendunia, dengan jumlah praktisi terbanyak, cakupan penyebaran terluas, pengaruh sosial besar, serta sangat dihormati masyarakat di dalam dan luar negeri.
Kelompok seni Shen Yun Performing Arts yang didirikan praktisi Falun Gong di New York berhasil menembus gangguan dan sabotase terus-menerus dari PKT, lalu berkembang menjadi kelompok seni dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Serikat bahkan dunia. Para seniman Shen Yun yang berlatih Falun Gong tampil di panggung dunia dengan hati yang murni, tarian yang indah, dan musik yang bersih, menampilkan keindahan budaya tradisional dan mendapat pujian dari berbagai kalangan serta pejabat di banyak negara.
Selama 27 tahun terakhir, demi mempertahankan kebebasan berkeyakinan, para praktisi Falun Gong tidak takut terhadap kekuasaan dan tetap teguh pada cita-cita mereka. Dengan hati yang berpegang pada “Sejati-Baik-Sabar”, mereka menghadapi berbagai penderitaan dengan belas kasih yang besar dan memperoleh penghormatan serta dukungan dari orang-orang berhati nurani di seluruh dunia. Hingga Juni 2025, Falun Gong telah menerima sekitar 13.000 penghargaan, surat dukungan, dan resolusi dari berbagai penjuru dunia.
Para praktisi Falun Gong yang sungguh-sungguh berkultivasi merasakan melalui pengalaman pribadi mereka bahwa Falun Dafa membawa manfaat besar bagi negara maupun rakyat tanpa sedikit pun kerugian; Falun Dafa adalah jalan kultivasi yang lurus dan agung yang jarang ditemui dalam ribuan tahun.
II. “Sejati, Baik, Sabar” Adalah Cahaya di Tengah Zaman yang Kacau Apa yang membuat Falun Gong dapat tersebar ke enam benua? Bukan melalui iklan, bukan melalui paksaan, dan bukan karena uang, melainkan karena manfaat nyata dalam meningkatkan kesehatan dan memurnikan hati, serta kekuatan prinsip “Sejati-Baik-Sabar” dalam mengubah hati manusia.Meskipun mengalami penganiayaan tanpa henti selama 27 tahun dari PKT, Falun Gong tetap tersebar luas di dunia dan menciptakan banyak hal yang dianggap luar biasa di tengah berbagai kesulitan besar.
Misalnya: keajaiban peningkatan kesehatan; keajaiban pemurnian hati; keajaiban peningkatan kebijaksanaan; keajaiban perlawanan damai dan rasional terhadap penganiayaan; keajaiban menyelesaikan konflik dan melampaui pertikaian duniawi; keajaiban pengembangan perangkat lunak untuk menembus blokade internet dan mendorong kebebasan informasi; keajaiban membongkar hakikat “palsu, jahat, dan perjuangan” PKT; keajaiban Shen Yun menjadi “pertunjukan nomor satu dunia”; serta keajaiban mendorong rakyat Tiongkok melakukan “tiga pengunduran diri” (keluar dari Partai Komunis, Liga Pemuda, dan Pionir Muda), dan lain-lain.
Di dunia saat ini, pertikaian antar individu, partai politik, dan negara terus berlangsung tanpa henti. Konflik dan peperangan menyebabkan tragedi demi tragedi dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.
Falun Gong membuka pintunya bagi semua orang di seluruh dunia, tanpa memandang negara, ras, partai politik, profesi, bahasa, pendidikan, kekayaan, maupun latar belakang budaya. Selama seseorang tulus berkultivasi, ia dapat memperoleh manfaat darinya. Karena itu, Falun Gong dicintai dan dihormati oleh berbagai kalangan masyarakat.
Dalam kehidupan manusia, konflik selalu ada di mana-mana, terutama dalam masyarakat modern—antara suami dan istri, saudara, orang tua dan anak, mertua dan menantu, tetangga, rekan kerja, teman, guru dan murid, mitra bisnis, hingga atasan dan bawahan. Konflik tersebut sering kali rumit dan berlangsung lama; bahkan ada yang berkembang menjadi permusuhan mendalam.
Namun, praktisi Falun Gong sejati tidak menghindari konflik. Mereka justru menghadapinya secara langsung dan berkultivasi di tengah konflik itu untuk meningkatkan diri. Melalui “kultivasi hati dan watak”, banyak pertikaian yang berubah menjadi kedamaian.
Ada sepasang suami istri, di mana sang istri berlatih Falun Gong sementara suaminya tidak. Suaminya sering mempersulit dan menyakitinya. Jika tidak berlatih Falun Gong, sang istri mungkin sudah lama bercerai. Namun ia tetap berusaha mengikuti prinsip “Sejati-Baik-Sabar”, dan akhirnya berhasil menyentuh hati suaminya. Pernikahan yang hampir hancur itu akhirnya kembali harmonis dan menjadi keluarga bahagia.
Sang istri menulis:
“Delapan tahun pengalaman pribadi membuat saya benar-benar memahami bahwa betapapun tajam konflik yang dihadapi, betapapun putus asanya keadaan, selama tetap percaya pada kebenaran alam semesta ‘Sejati-Baik-Sabar’, mengikuti ajaran Guru, dan benar-benar memperbaiki diri menurut Falun Dafa, maka selalu akan ada jalan keluar setelah melewati kesulitan.”
Di Kanada, seorang praktisi Falun Gong yang dipindahkan ke cabang perusahaan baru sering diperlakukan buruk oleh atasannya. Namun ia berusaha mempertahankan hati yang damai, tidak membalas, dan selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu.
Suatu kali setelah dimarahi atasannya, ia berkata dengan tenang:
“Saya memahami tekanan yang Anda hadapi, tetapi tujuan kita adalah menyelesaikan masalah, bukan begitu?”
Atasannya pun terdiam dan mulai menghormatinya.
Belakangan, presiden perusahaan berkata kepadanya:
“Menghadapi perlakuan tidak masuk akal seperti itu, Anda tidak pernah mengeluh sedikit pun. Karena itu saya sangat mengagumi Anda.”
Mengapa Falun Gong mampu menyelesaikan konflik dan melampaui pertikaian duniawi? Karena Falun Gong berpedoman pada “Sejati-Baik-Sabar” dan mengajarkan kepada praktisinya untuk mencari kekurangan pada diri sendiri ketika menghadapi masalah. Falun Gong membantu banyak orang menemukan kembali kebaikan dan kedamaian di tengah penderitaan.
Selama 34 tahun terakhir, setiap perubahan positif yang dihasilkan Falun Gong dianggap sebagai manifestasi kekuatan “Sejati-Baik-Sabar”, yang membawa ketenangan dan cahaya bagi dunia yang penuh kekacauan.
III. Bahtera yang Menyelamatkan Manusia dari PenderitaanPenyebaran Falun Gong di berbagai penjuru dunia memberikan kesan nyata bagi banyak orang melalui manfaat bagi tubuh dan pikiran serta perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika wabah SARS merebak pada tahun 2003, gempa besar Gempa Wenchuan 2008 terjadi pada tahun 2008, dan pandemi menyebar dari Wuhan ke seluruh dunia pada tahun 2020, ada orang-orang yang percaya bahwa mereka memperoleh keselamatan dan keberuntungan setelah dengan tulus mengingat kalimat: “Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik.”
Falun Gong dianggap seperti bahtera di tengah zaman yang penuh dengan gejolak yang membantu manusia melewati bahaya, serta seperti cahaya di malam gelap yang memberi harapan baru kepada mereka yang merasa tersesat dan putus asa.
Hingga hari ini, dari Timur hingga Barat, banyak orang dari berbagai kalangan menyampaikan rasa syukur kepada Master Li Hongzhi dan Falun Dafa.
Seorang hakim wanita dari Moldova bernama Takiana Kiriak mengalami masalah serius dalam kesehatan, keluarga, dan pernikahannya setelah usia 33 tahun. Pada tahun 2004, ia mulai berlatih Falun Gong dan merasa semua penyakitnya hilang dalam waktu singkat. Anak-anaknya juga mulai berkultivasi dan memperoleh manfaat, sementara suaminya kembali menikah dengannya.
Ia berkata:
“Semua emas di dunia tidak dapat mengukur rasa syukur kami kepada Guru. Terima kasih kepada Guru yang telah menyelamatkan kehidupan di era kacau ini. Belas kasih Guru akan selalu kami simpan di hati.”
Di Hunan, seorang guru sekolah menengah memiliki putra berusia delapan tahun yang menderita penyakit parah dan berada di ambang kematian. Pada 1 Mei 2006, seorang wanita memperkenalkan Falun Gong kepadanya. Setelah ibu dan anak itu mulai berlatih, kondisi sang anak membaik.
Sang ibu menulis:
“Falun Dafa telah memberi anak saya, memberi saya, dan memberi seluruh keluarga kami kehidupan kedua. Falun Dafa menyelamatkan keluarga kami yang hampir hancur dan membuat kami kembali menjalani kehidupan yang damai dan bahagia.”
Di zaman ketika benar dan salah sering dibalikkan serta baik dan jahat dikacaukan, manusia lebih mudah merasa bingung dan cemas. Banyak orang percaya bahwa belas kasih dan cahaya yang ditunjukkan Falun Dafa melalui prinsip “Sejati-Baik-Sabar” menjadi harapan dan pertolongan bagi manusia di tengah dunia yang kacau.
PenutupSelama 34 tahun, Master Li Hongzhi telah memperkenalkan Falun Gong dari Changchun ke seluruh dunia. Kini praktisi Falun Gong telah tersebar di lebih dari 150 negara, dan prinsip “Sejati-Baik-Sabar” telah membawa pengaruh positif bagi banyak orang.
Ketika dunia dipenuhi kekacauan dan ketidakpastian, semakin banyak orang menyadari bahwa yang benar-benar dapat menyelamatkan manusia bukanlah kekuasaan atau kekerasan, melainkan moralitas, keyakinan, dan kebaikan hati.
Falun Dafa dianggap mengungkapkan hakikat alam semesta dan kehidupan, membantu banyak orang menemukan kembali moralitas serta keyakinan tradisional mereka.
Meskipun PKT masih terus melakukan penindasan, artikel ini menyatakan bahwa rezim tersebut sedang menuju kemunduran. Pada momen penting sejarah ini, penulis mengajak orang-orang untuk mengingat kalimat: “Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik.”
Pada peringatan “Hari Falun Dafa Sedunia 13 Mei”, para praktisi di seluruh dunia berharap semakin banyak orang dapat memahami Falun Gong, menjaga hati yang baik di tengah dunia yang kacau, dan menemukan arah hidup yang damai serta penuh harapan.
Artikel ini sebelumnya terbit di Epochtimes.com dengan bahasa mandarin





