Jakarta: Kemajuan pembangunan di Papua, mesti diakui semua pihak. Termasuk, pekerjaan rumah yang menjadi tantangan di Bumi Cendrawasih.
“Kalau ada fakta seperti soal pembangunan, ada persoalan di mana, cara menyelesaikannya bagaimana, stabilitas keamanan seperti apa," kata Ketua Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PusDeK) UIN Mataram, Kadri, dalam keterangan yang dikutip Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Kadri, kemajuan pembangunan sepaket dengan pekerjaan yang harus diselesaikan. Sehingga, membangun Papua dapat dilakukan secara progresif.
Baca Juga :
Bursa Kerja Papua 2026 Sediakan 500 Lowongan untuk Warga Jayapura"Sepanjang yang dilakukan itu bisa memberi kontribusi untuk kehidupan lebih bagus di Papua, wajib harus kita support,” tegasnya.
Menurut Kadri, komitmen membangun Papua saat ini telah menjadi bagian dari agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sekaligus, menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Karena itu, Kadri berharap pembangunan Papua tidak hanya berfokus pada aspek administratif seperti pembentukan daerah baru. Menurut Kadri, penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat asli Papua mesti digenjot.
Kadri mengatakan hal itu mesti jadi prooritas. Agar, Papua dapat berkembang dan menjadi bagian utama dalam proses pembangunan.
Makan bergizi gratis di Papua. Foto: Istimewa
“Intinya, Papua harus diperhatikan. Memperhatikan Papua itu harus dengan memberdayakan masyarakatnya. Mereka harus diberi ruang dan diafirmasi," kata Kadri.
Dia menilai pembangunan Papua mesti didasarkan pada perluasan pelayanan publik. Termasuk, kesempatan bagi SDM Papua, untuk berkembang.
"Juga memberi peluang putra dan putri Papua untuk lebih maju dan berkembang,” kata Kadri.




