Gemellaggio Inter Milan-Lazio: Saat Ideologi Politik Mempersatukan Rival di Final Coppa Italia

viva.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Roma, VIVA – Inter Milan berhasil mengangkat trofi Coppa Italia 2025/2026 setelah menumbangkan Lazio dalam pertandingan final yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (14/5) dini hari WIB. Namun, di balik persaingan memperebutkan gelar, laga ini kembali menegaskan keunikan relasi antara kedua kelompok suporter fanatik mereka.

Kemesraan Ultras: Boys San dan Irriducibili

Baca Juga :
Inter Milan Raih Gelar Double: Bungkam Lazio 2-0 di Final Coppa Italia 2025/26
Saksikan Sekarang! Duel Sengit Lazio vs Inter Milan di Final Coppa Italia, Live Eksklusif ANTV

Pertemuan antara Inter dan Lazio selalu menjadi momen menarik karena hubungan "mesra" antara kedua kelompok ultras, yakni Boys San dari Inter Milan dan Irriducibili dari Lazio. Hubungan erat ini dikenal dengan istilah Gemellaggio (saudara kembar), sebuah simbol ikatan kuat yang membuat kedua klub terasa seperti keluarga.

Ikatan ini sudah terjalin sejak akhir tahun 1980-an. Salah satu buktinya adalah pada final Piala UEFA 1998, di mana pendukung Lazio justru ikut merayakan kemenangan 3-0 Inter Milan, sebuah pemandangan yang jarang terjadi di sepak bola Eropa.

Suporter Lazio
Photo :
  • REUTERS/Daniele Mascolo

Latar Belakang: Jejak Ideologi Mussolini

Menariknya, persatuan kedua kelompok suporter ini bukan didasari oleh sepak bola, melainkan ideologi politik sayap kanan atau fasisme. Paham ini dipopulerkan oleh diktator Italia, Benito Mussolini, yang memimpin dengan tangan besi pada era 1922-1945.

  • Boys San (Inter): Berdiri pada 1969, kelompok ini awalnya bernama "Boys-Furie Nerazzurre" yang anggotanya berasal dari sayap pemuda partai neo-fasis Movimento Sociale Italiano (MSI). Nama "San" sendiri merupakan akronim dari Squadre d’azionne Nerazzure, yang meniru istilah pasukan paramiliter Mussolini, SAM (Squadre d’azione Mussolini).
  • Irriducibili (Lazio): Kelompok ini muncul pada 1987 di Curva Nord Olimpico dan secara terang-terangan memuja Mussolini. Mereka dikenal memiliki motif ideologi yang lebih kental daripada loyalitas sepak bola, bahkan sering terlibat dalam aksi rasialisme.

Sejarah Persaingan dan Kerja Sama

Selain ideologi, hubungan mesra ini juga diperkuat oleh sejarah panjang di lapangan hijau:

  • Bantuan Scudetto: Inter Milan dianggap membantu Lazio meraih Scudetto 1999/2000 setelah mengalahkan Juventus (pesaing Lazio) di laga pamungkas.
  • Transfer dan Pelatih: Banyak sosok ikonik yang membela kedua klub, seperti Christian Vieri, Hernan Crespo, hingga mendiang Sinisa Mihajlovic. Bahkan, dua pelatih sukses Inter, Simone Inzaghi dan Roberto Mancini, merupakan legenda hidup Lazio.
  • Final Bersejarah: Meski bersahabat, Lazio pernah mendominasi Inter dalam beberapa partai penentu, termasuk final Coppa Italia 1999/2000 serta Piala Super Italia 2000 dan 2009.
Baca Juga :
Misi Sempurnakan Musim Inter Milan: Chivu Bertekad Kawinkan Scudetto dan Coppa Italia di Olimpico
Misi Gelar Kedua Inter Milan: Tantang Lazio di Final Coppa Italia, Live Eksklusif ANTV
Bastoni Mulai Lelah Menunggu Barcelona

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Gak Berubah, Ini Rinciannya
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pendidikan Perdamaian di Kampus: Mendesak, Bukan Sekadar Wacana
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Sakit Hati Mantan Istri Nikah Lagi, Pria di Takalar Tikam Suami Baru hingga Kritis
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Stabilisasi Rupiah Perlu Upaya Bersama
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Populer: Rupiah Melemah Tembus Rp 17.538; 6 Saham RI Ditendang MSCI
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.