JAKARTA, KOMPAS.TV- Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 2 Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Lina Wahyuni mengaku kecewa dengan kabar yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bahwa guru honorer terancam tidak menerima honor pada akhir Desember 2026.
Lina Wahyuni mengatakan rasa kecewa yang disampaikan bukan hanya karena nasibnya, tetapi juga keberlangsungan Pendidikan murid-muridnya di sekolah. Mengingat di SMP Negeri 2 Palimanan, setidaknya ada 10 guru honorer.
Demikian Lina Wahyuni mengatakan dalam program Satu Meja The Forum KompasTV, Rabu (13/5/2026) malam.
Baca Juga: Di Hadapan Presiden Prabowo, Jaksa Agung Serahkan Rp10,2 T Hasil Kerja Satgas PKH ke Menkeu
“Kita juga kan bukan hanya memikirkan nasib kita aja, karena pada faktanya di sekolahan itu masih butuh tenaga guru honorer lainnya,” kata Lina Wahyuni.
“Jadi kita bukan hanya memperjuangkan nasib kita sekarang tapi kita memikirkan juga nasib anak-anak di sekolah. Kalau misalkan kita para guru honorer diberhentikan itu bagaimana nasib anak-anak, karena kita sudah sangat-sangat mencintai profesi sebagai guru ini.”
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti resmi menerbitkan Surat Eddaran Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 guna mengatur masa transisi penugasan dan transformasi status guru honorer menjadi Aparatur Sipil Negara.
Baca Juga: KSP Dudung Abdurachman Bantah Pemerintah Intimidasi Ormas yang Bersikap Kritis
Kebijakan Mendikdasmen berarti pemerintah akan menghapus guru honorer dan mengubahnya menjadi guru non-ASN sebagai bentuk penyesuaian terhadap amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- guru honorer
- guru honorer kecewa
- mendikdasmen
- guru
- nasib guru honorer
- sekolah butuh guru





