Kawal Implementasi Program Prioritas Nasional, BSKDN Kemendagri Dorong Sinkronisasi Pusat dan Daerah

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Regional Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden Batch I di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Agenda ini jadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan berbagai program prioritas nasional berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo menyampaikan, setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi yang dapat dikembangkan guna mendukung pembangunan nasional.

Oleh sebab itu, pelaksanan program prioritas pemerintah perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing wilayah.

“Tampil dengan keunikannya dan memiliki potensi yang sangat besar. Bagi kami tidak ada daerah yang miskin semua memiliki potensi yang siap untuk kita aktualisasikan menjadi daerah-daerah yang maju dan sejahtera bagi masyarakatnya,” ujar Yusharto, dikutip Kamis (14/5/2026).

Ia menegaskan, Program Direktif Presiden merupakan agenda prioritas nasional yang wajib dikawal seluruh jajaran pemerintahan.

Program tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pengendalian inflasi, swasembada pangan, penghapusan kemiskinan ekstrem, hingga peningkatan kualitas layanan dasar.

Karena itu, implementasi program di daerah membutuhkan penguatan koordinasi, sinkronisasi kebijakan, serta monitoring dan evaluasi yang terintegrasi.

“Program Direktif Presiden merupakan agenda prioritas nasional yang harus dikawal secara serius oleh seluruh jajaran pemerintahan. Program-program tersebut langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga implementasinya di daerah memerlukan sinkronisasi kebijakan, penguatan tata kelola pemerintahan, serta monitoring dan evaluasi yang terpadu,” katanya.

Yusharto menjelaskan, Rakor tersebut juga dimanfaatkan BSKDN untuk menghimpun berbagai masukan dari pemerintah daerah terkait capaian program, kendala di lapangan, hingga kebutuhan dukungan kebijakan yang diperlukan daerah.

Menurut dia, forum tersebut penting untuk memperkuat kualitas rekomendasi kebijakan agar lebih aplikatif dan sesuai dengan kondisi di masing-masing daerah.

Ia juga menekankan bahwa monitoring dan evaluasi program tidak semata-mata dilakukan untuk pengawasan administratif, melainkan harus menjadi instrumen perbaikan kebijakan yang mampu menjawab persoalan di lapangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nadiem Makarim Ngaku Kecewa Usai Dituntut 18 Tahun Bui dalam Kasus Chromebook: Saya Tidak Bersalah!
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Digerebek Bareskrim, Peredaran Narkoba di Hotel Jakbar Diduga Sudah 12 Tahun
• 2 jam laludetik.com
thumb
Sung Kang Kepincut Industri Otomotif Indonesia, Singgung Peluang Kelas Dunia
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Startup, AI, dan Nasib Pekerja Muda Indonesia
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Seorang Wali Kota di Amerika Serikat Mengaku Bersalah! Akui Dirinya Sebagai Agen Mata-mata Partai Komunis Tiongkok
• 22 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.