Pertamina Gerak Cepat Sediakan LPG Untuk 20 SPPG di NTT dan NTB

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Penjualan Gas (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa Kelangkaan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 12 kilogram (kg) yang sempat mengganggu operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendapatkan solusi.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan PT Pertamina (Persero) guna memastikan kebutuhan gas untuk operasional dapur MBG segera terpenuhi.

"Alhamdulillah, setelah saya lapor ke Grup BOC-BOD Pertamina Holding, Pak Dirut SHD langsung turun tangan. SPPG yang kehabisan gas untuk segera membeli ke pangkalan," kata Nanik, Jakarta, dikutip Kamis (14/5/2026).


Baca: Buntut Harga Telur Anjlok, Kementan Minta MBG Lebih Banyak Menu Telur

Nanik menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pertamina dalam menangani persoalan distribusi gas di wilayah terdampak. Menurut dia, sinergi lintas lembaga menjadi kunci agar layanan MBG tetap berjalan dan kebutuhan gizi masyarakat tidak terganggu.

"Kami berterima kasih karena responsnya sangat cepat. Yang terpenting sekarang kebutuhan operasional dapur SPPG bisa segera terpenuhi sehingga pelayanan MBG kepada masyarakat tetap berjalan," ungkapnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Direktur Utama Sub Holding Downstream (SHD) PT Pertamina (Persero), Mars Ega Legowo Putra, memastikan distribusi gas elpiji untuk SPPG di NTT langsung diprioritaskan.

"Hari ini kami prioritaskan ke SPPG. Tadi sudah kontak PIC di NTT, 220 tabung hari ini dikirim ke wilayah Kefamenanu dan Belu, serta 200 tabung untuk SPPG di Kota Kupang dan kabupaten," ujar Ega.

Dia memastikan, distribusi juga terus diupayakan untuk wilayah lain seperti Sumba dan Manggarai agar seluruh layanan MBG dapat kembali berjalan normal. Pertamina, kata Ega, akan terus mengawal ketersediaan pasokan elpiji di wilayah terdampak agar operasional dapur MBG tidak terganggu.

"Kami akan terus mengupayakan ketersediaan gas agar MBG tetap berjalan normal," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah SPPG di wilayah NTT dan NTB dilaporkan sempat menghentikan operasional sementara akibat sulitnya memperoleh elpiji 12 kilogram. Kondisi tersebut berdampak pada layanan penyediaan makanan dalam Program MBG di beberapa daerah.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Sentra Garam NTT Mulai Produksi Tahun Ini, Target 100 Ribu Ton

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhut Ungkit Komitmen Bisnis Kehutanan Berkelanjutan Saat Hadiri Forum di New York
• 12 menit lalujpnn.com
thumb
Polisi Ungkap Jalur Sabu dari Malaysia ke Makassar, Bandar WNA Masuk DPO
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Hampir 200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Masa Depan Indonesia dalam Bahaya
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal Lengkap Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026: Dimulai Besok, Menatap Balapan Menuju Podium
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Adu Statistik di Moto3 Catalunya: Veda Ega Pratama Lebih Gacor dari Hakim Danish, Kans Podium Makin Terbuka
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.