Menteri UMKM Larang Marketplace Naikkan Biaya Layanan

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Badung: Menteri UMKM Maman Abdurrahman melarang marketplace atau platform penjualan secara daring menaikkan biaya layanan sementara ini.

“Kemarin kami sudah panggil seluruh perusahaan marketplace, saya sudah sampaikan tidak boleh ada dulu kenaikan-kenaikan, tidak boleh, sudah tegas itu,” kata Maman usai Kegiatan Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan di Badung, Bali, dikutip dari Antara, Kamis, 14 Mei 2026.

Hal ini disampaikan Menteri saat disinggung perihal rencana sejumlah platform penjualan daring kembali menaikkan biaya layanan di Mei ini.

Maman menjelaskan sebelumnya sudah dilakukan pertemuan, yang salah satunya, membahas aturan kontrak, di mana ketika marketplace dengan UMKM sudah melakukan perjanjian satu tahun maka mereka tidak berhak mengubah biaya layanan sembarangan.

“Kalau sudah ada perjanjian satu tahun ya harga jangan sembarang-sembarangan dinaikkan, artinya kalau misalnya marketplace melihat perlu menaikkan harga, menaikkan komisi, tentunya harus ada pembicaraan dan penyampaian sosialisasi tiga bulan atau dua bulan sebelumnya agar terbangun keadilan,” ujarnya.

Menteri UMKM menegaskan apabila terdapat platform marketplace yang melanggar pembahasan di pertemuan tersebut maka akan ditindak sebab ini sudah menjadi kesepakatan rapat.

Baca Juga :

1.000 UMKM Ekraf Bali Dapat KUR, Pemerintah Kejar Lapangan Kerja Baru
 


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com) Meningkatkan daya saing UMKM di marketplace
Maman sendiri menegaskan untuk persoalan biaya layanan yang terus mencekik pelaku usaha mikro ini, pemerintah ada pada posisi memberikan keamanan, melindungi, dan meningkatkan daya saing UMKM yang berjualan di marketplace.

Namun ada proses yang masih berjalan, yaitu Kementerian UMKM bersama kementerian terkait sedang melakukan sinkronisasi pembahasan untuk menyiapkan mekanisme dan regulasi sebagai payung hukum pelaku UMKM dan penyedia platform.

Berangkat dari kejadian ini, Menteri UMKM ingin mendorong pertumbuhan dan peningkatan daya saing kepada UMKM dan di sisi lain juga ingin memperhatikan keberlangsungan dari marketplace yang menjadi tempat berjualan pelaku mikro secara daring.

“Karena suka ataupun tidak suka, ini adalah satu ekosistem, kalau ada satu yang tercederai tentunya yang lain juga akan tersakiti, kalau ada satu yang tersakiti tentunya yang lain juga akan tercederai,” kata dia.

“Jadi keberadaan pemerintah dalam dua kepentingan, yang pertama menjaga ekosistem pasar digital ini sehat, itu dulu, kedua, arahan dari Pak Presiden wajib melindungi UMKM, jadi kami sedang meracik dan mengatur aturan mainnya,” kata Maman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ratusan Motor Karyawan PT Arami Jaya Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
WHO Mencatat Tak Ada Laporan Kematian Baru Imbas Hantavirus Sejak 2 Mei
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jadwal Lengkap Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026: Dimulai Besok, Modal Bangkit Usai Tampil Menjanjikan
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Forum Mahasiswa Kecewa Terdakwa Pelanggar Kepabeanan Dituntut 2 Tahun di PN Cibinong
• 1 jam laludisway.id
thumb
Ulang Final LCC Empat Pilar Kalbar Dan Ganti Juri, MPR Pastikan Penilaian Lebih Adil
• 18 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.