Romo Yohanes Deodatus Pastor di Gereja Katedral Jakarta mengajak umat katolik yang beribadah pada hari raya Kenaikan Yesus Kristus, melanjutkan tugas Yesus yang naik ke surga. Yaitu menjaga hati nurani dan rasa keadilan.
Katanya, di zaman sekarang manusia haruslah menyebarkan ajaran Kasih Tuhan kepada sesama manusia dan makhluk ciptaannya.
“Jadi pada zaman ini ya kita diajak untuk melanjutkan tugas itu. Bagaimana kita mewartakan kasih Tuhan kepada sesama. Dan tadi Tuhan Allah mengutus Roh Kudus dalam hati manusia ya dalam nurani kita,” kata Romo Deodatus di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Romo Deodatus juga menyoroti bagaimana orang-orang saat ini tega menyakiti dan menghakimi sesama manusia. Katanya hal tersebut, sudah menyalahi nurani dan rasa keadilan.
“Artinya manusia itu tidak melanjutkan tugasnya Tuhan Yesus. Manusia tidak mendengarkan hati nuraninya, mendengarkan Roh Kudus dalam hatinya. Kehilangan rasa kemanusiaan misalnya,” ujarnya.
Tak hanya itu, peperangan yang masih saja terjadi di dunia ini juga dianggap menyalahi ajaran kasih Tuhan.
“Dengan peperangan yang terjadi di belahan negara lain akhir-akhir ini. Artinya apa? Tidak ada rasa kemanusiaan dalam hatinya. Tidak mendengarkan suara Roh Kudus dalam hatinya,” pungkasnya.
Hukum Kasih adalah inti ajaran Yesus Kristus yang terdapat pada ketiga Injil Sinoptik: Matius 22:37-40, Markus 12:28-34, dan Lukas 10:25-28.
Hukum itu mencakup perintah mengasihi Allah dan sesama, supaya semua orang saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi manusia.
Amal kasih yang bisa dijalankan umat Kristus adalah memberi makan kepada orang yang lapar, memberi minum kepada orang yang haus, memberi perlindungan kepada orang asing, memberi pakaian kepada orang yang telanjang, melawat orang sakit, mengunjungi orang yang dipenjarakan, dan menguburkan orang mati.(lea/kir/ipg)



