Pedagang Ayam di Pasar Baru Bekasi Keluhkan Harga Naik dan Pembeli Sepi

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com — Sejumlah pedagang ayam potong di Pasar Baru Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, mengeluhkan kenaikan harga bahan pangan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Selain harga yang terus naik, kondisi pasar yang semakin sepi membuat omzet pedagang turun drastis.

Salah satu pedagang ayam potong, Nanang (53), mengaku penjualannya terus merosot dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Jenuhnya Pedagang Pasar Cipulir, Tujuh Kali Kebanjiran dalam Setahun

Menurut dia, harga ayam potong hingga kini juga belum menunjukkan tanda-tanda akan turun.

“Sekarang naiknya terus signifikan. Awalnya sekitar Rp 30.000 per kilogram, sekarang sampai Rp 35.000 per kilogram. Sudah beberapa waktu ini terus naik, belum turun-turun lagi,” kata Nanang saat ditemui Kompas.com di Pasar Baru Bekasi, Kamis (14/5/2026).

Pria yang telah berjualan ayam selama sekitar 20 tahun itu mengatakan, dirinya dulu mampu menjual hingga ratusan ekor ayam per hari.

Namun kini, jumlah penjualannya turun tajam.

Baca juga: Cerita Pedagang Ayam Potong Investasi Emas, Konsisten Beli Tanpa Lihat Naik Turun Harga...

“Saya sudah hampir gulung tikar sebenarnya. Dulu bisa jual 350 ekor ayam per hari, sekarang cuma sekitar 30 ekor. Itu juga kadang enggak habis dan paling langganan saja yang beli,” ujar Nanang.

Menurut dia, kenaikan harga ayam potong semakin memberatkan pedagang karena biaya operasional lainnya juga ikut meningkat.

“Walaupun omzet menurun, biaya sewa tetap jalan. Jadi sekarang gali lubang tutup lubang,” kata dia.

Baca juga: Cerita Pedagang Ayam di Pasar Angso Duo Jambi Bisa Jual 300 Kilogram Daging Jelang Lebaran

Nanang menilai, kondisi Pasar Baru Bekasi yang semakin sepi disebabkan banyak pembeli kini beralih berbelanja ke pedagang kaki lima di luar area pasar maupun melalui layanan belanja daring.

Selain itu, kenaikan harga bahan pokok membuat daya beli masyarakat menurun sehingga pembeli mulai mengurangi jumlah belanja.

“Kalau harga naik terus, pembeli jadi mikir. Biasanya beli banyak sekarang jadi sedikit. Pedagang juga serba susah karena harga dari sananya sudah mahal,” ujar Nanang.

Baca juga: Lima Kios Pedagang Ayam di Pasar Munjul Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

Ia mengatakan, pasar tradisional kini semakin kehilangan pembeli karena masyarakat mencari harga yang lebih murah dan praktis.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Orang sekarang banyak cari yang murah di luar. Apalagi sekarang ada belanja online. Mereka bilang lebih hemat dan enggak perlu ke pasar,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPP RI Pastikan Program Peningkatan 15.000 RTLH Tepat Sasaran untuk Warga Perbatasan
• 11 jam laludisway.id
thumb
Imbas Perayaan Inter Milan Juara, Laga Tenis Italian Open Sempat Dihentikan Akibat Asap Kembang Api
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Sistem Penanganan Krisis, Simulasi Darurat Digelar Terintegrasi
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Berani Protes Keputusan Juri Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Siswi SMAN 1 Pontianak Dipuji Melanie Subono: Smart Is Cantik
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Munafri - Aliyah Komitmen Jalankan Rekomendasi Legislatif
• 22 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.