Presiden Cina Xi Jinping mengingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa ketidaksepakatan mengenai Taiwan bisa berbahaya bagi Cina dan AS. Xi mengingatkan hal terkait pulau tersebut bisa menyebabkan dua negara berkonflik, bahkan bentrok.
Dikutip dari The Guardian, Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan pernyataan Xi tentang Taiwan langsung disampaikan kepada Trump dalam pertemuan tertutup yang berlangsung lebih dari dua jam di Beijing pada Kamis (14/5).
Xi mengatakan, persoalan mengenai Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan Cina-AS. Beijing ingin AS mengurangi dukungannya untuk pulau yang berpemerintahan sendiri itu.
Xi telah menjadikan penyatuan Taiwan sebagai prioritas utama warisannya. Dia juga tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan militer untuk mencapai tujuan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Cina juga mengatakan kedua pemimpin membahas perang di Timur Tengah, konflik Rusia dan Ukraina, dan isu di Semenanjung Korea.
AS dan Israel Februari lalu memulai Perang Iran dan membunuh Ayatollah Ali Khamenei, yang memiliki hubungan dekat dengan Cina. Menteri Luar Negeri AS Marco mengatakan bahwa AS akan mendesak Beijing untuk membantu mengatasi krisis Iran.
"Kami berharap dapat meyakinkan mereka untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam membuat Iran menghentikan apa yang mereka lakukan sekarang di Teluk Persia," kata Rubio kepada Fox News.
Sedangkan Beijing berharap dapat menggunakan pertemuan ini untuk menata kembali hubungan dua negara dan meletakkan dasar bagi hubungan perdagangan yang stabil.
Trump pada awal pertemuan mengatakan bahwa dia dan Xi Jinping telah mengenal sejak lama. Tak hanya itu, Trump juga mengatakan Xi merupakan pemimpin yang hebat.
"Terkadang orang tidak suka saya mengatakannya, tetapi saya tetap mengatakannya, karena itu benar," kata Trump kepada Xi.



