Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) dan Xi Jinping Presiden China sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka. Hal itu disampaikan usai pertemuan puncak AS-China di Beijing.

Menurut laporan kantor berita Anadolu, Gedung Putih membagikan pernyataan tentang pembicaraan Trump dan Xi tanpa menyebutkan isu Taiwan, dan justru secara gamblang merujuk pada perang Iran dan Selat Hormuz.

“Trump Presiden mengadakan pertemuan yang baik dengan Xi Presiden dari China,” demikian kata Gedung Putih dalam pernyataan yang dibagikan di media sosial X.

Dalam pernyataannya, kedua pihak menyepakati pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka guna mendukung kelancaran arus pasokan energi global.

“Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas,” tambah pernyataan tersebut.

Xi Presiden juga menegaskan penolakan China terhadap upaya militerisasi kawasan Selat Hormuz, maupun kebijakan yang membebankan biaya bagi pengguna jalur pelayaran strategis itu.

Selain itu, Xi menyampaikan ketertarikan negaranya untuk meningkatkan pembelian minyak dari Amerika Serikat sebagai langkah mengurangi ketergantungan China terhadap Selat Hormuz di masa mendatang.

Tak hanya itu, kedua negara juga menegaskan agar Iran tidak boleh memiliki kesenjataan nuklir.

Ketegangan regional terus meningkat sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran dari awal tahun ini. Pasalnya, ketegangan regional di kawasan Timur Tengah itu, memicu serangan balasan dan gangguan di sekitar Selat Hormuz, yang di mana selat tersebut merupakan jalur air strategis yang menghubungkan antara Oman, Iran, dan UEA dengan Teluk Persia dan Teluk Oman.

Di tengah situasi gencatan senjata yang masih rentan, AS turut memberlakukan pembatasan aktivitas pelayaran yang menyasar lalu lintas maritim Iran di kawasan Selat Hormuz sejak 13 April.

Sementara itu, menurut pernyataan resmi dari China, Xi mengatakan kepada Trump bahwa kedua negara akan mengalami perselisihan dan bahkan konflik, jika masalah Taiwan tidak ditangani dengan benar.

“Masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan China-AS. Jika ditangani dengan benar, hubungan bilateral akan menikmati stabilitas secara keseluruhan. Jika tidak, kedua negara akan mengalami bentrokan dan bahkan konflik, yang akan membahayakan seluruh hubungan,” kata Xi Presiden Tiongkok memperingatkan rekan sejawatnya, Trump Presiden AS.

Menurut Xi, hubungan ekonomi bilateral antara China dengan AS yang bernilai 414 miliar dolar AS pada 2025 lalu, bersifat saling menguntungkan. Dia juga menyetujui harapan Trump dalam mewujudkan visi baru untuk membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan stabil secara strategis.(mar/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Delapan Klub Indonesia Resmi Dapatkan Lisensi Penuh AFC Champions League Two
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Jakarta Tetap Ibu Kota, Legislator: Jangan Dipahami Pembangunan IKN Akan Terhenti
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Potret Momen RI Ekspor Perdana Pupuk ke Australia Rp 600 M
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dewi Perssik Tegas Tutup Pintu Damai untuk Akun Palsu Pencatut Identitasnya
• 8 jam lalucumicumi.com
thumb
Ditjen Imigrasi Tindak 6.779 Kasus Administrasi Keimigrasian terhadap WNA
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.