CHINA, KOMPAS.TV - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, Guo Jiakun, memperingatkan bahwa penanganan yang keliru terhadap isu Taiwan dapat membawa hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok ke situasi yang sangat berbahaya. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing. Dalam konferensi pers rutin, Guo menegaskan bahwa Taiwan tetap menjadi isu paling sensitif dalam hubungan kedua negara.
Menurut Guo Jiakun, Xi Jinping menekankan bahwa stabilitas hubungan bilateral sangat bergantung pada cara Washington menangani persoalan Taiwan. Ia menyebut jika isu tersebut dikelola dengan baik maka hubungan AS-Tiongkok dapat tetap stabil, namun jika ditangani secara buruk dapat memicu benturan hingga konflik yang membahayakan hubungan kedua negara secara keseluruhan. Beijing juga kembali menegaskan bahwa kemerdekaan Taiwan tidak sejalan dengan perdamaian di Selat Taiwan.
Pernyataan itu muncul setelah Xi Jinping dan Donald Trump dilaporkan menyepakati kerangka baru hubungan strategis dan stabil antara dua ekonomi terbesar dunia. Guo mengatakan kedua pemimpin mencapai konsensus terkait arah baru hubungan bilateral yang disebut akan menjadi pedoman kerja sama kedua negara dalam tiga tahun ke depan dan seterusnya. Menurutnya, stabilitas strategis tersebut harus dibangun melalui kerja sama, persaingan yang terkendali, serta pengelolaan perbedaan secara hati-hati demi menjaga perdamaian jangka panjang.
Selain menyoroti isu Taiwan, Beijing juga kembali menegaskan penolakannya terhadap penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan. Guo Jiakun menyebut sikap China terkait hal tersebut konsisten dan jelas. Sementara itu, kunjungan Donald Trump ke China yang berlangsung pada 13 hingga 15 Mei menjadi kunjungan kenegaraan keduanya ke Beijing dan yang pertama bagi seorang presiden AS sejak 2017, setelah sebelumnya sempat ditunda akibat konflik Iran.
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- TAIWAN
- TRUMP
- XI JINPING





