RUSIA, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Federasi Rusia, Sergei Lavrov mengkritik tekanan yang dilakukan terhadap berbagai negara agar tidak membeli minyak murah dari Federasi Rusia. Dalam wawancara khusus program RT India bertajuk India, Rusia dan Dunia yang dipandu Runjun Sharma, Lavrov menyebut langkah tersebut sebagai “trik kotor” yang bertujuan memaksa negara-negara membeli minyak dan gas alam cair (LNG) Amerika Serikat dengan harga lebih mahal.
Menteri Luar Negeri Federasi Rusia itu menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk eksploitasi dan upaya mengendalikan pasar energi global. Menurut Lavrov, pembatasan terhadap minyak Rusia dilakukan agar hanya satu pihak yang mendominasi pasar internasional. Ia juga menyinggung pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilai secara terbuka menunjukkan ambisi memperkuat dominasi AS dalam sektor energi dunia.
Selain membahas energi, Sergei Lavrov juga menuding Barat berusaha mengalihkan perhatian India dari upaya integrasi Eurasia dan pembangunan kawasan. Ia menyebut negara-negara Barat lebih memilih kawasan Eurasia dipenuhi perselisihan dibanding fokus membangun kerja sama regional. Menurutnya, Barat juga terus membentuk berbagai format aliansi dan pengelompokan politik demi mempertahankan pengaruhnya di kawasan.
Pernyataan Menteri Luar Negeri Federasi Rusia Sergei Lavrov tersebut muncul di tengah penyesuaian terbaru kebijakan sanksi Amerika Serikat terhadap minyak Rusia. Washington diketahui kembali mengatur lisensi sementara yang memungkinkan sejumlah transaksi tertentu tetap berjalan di tengah ketegangan geopolitik dan persaingan energi global yang terus memanas.
Penulis : Prayogi-Haro
Sumber : Kompas TV
- RUSIA
- AS
- MINYAK





