SMAN 1 Pontianak Pilih Legowo tapi Tegas Tolak Ikut Ulang! Maunya Cuma Kejelasan dan Klarifikasi!

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di saat polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI masih bergulir dan opsi pengulangan lomba mencuat, SMAN 1 Pontianak justru mengambil langkah yang tidak terduga yakni menolak ikut jika kompetisi diulang, sambil tetap menunjukkan sikap legowo atas hasil yang ada.

Keputusan ini menegaskan satu hal, bagi SMAN 1 Pontianak, persoalan bukan soal menang atau kalah, melainkan prinsip dan kejelasan proses.

"SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang," tegas Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati.

Namun di balik sikap tegas tersebut, sekolah ini justru memperlihatkan sisi berbeda. Alih-alih memperpanjang polemik, mereka memilih menghormati hasil yang telah ditetapkan sekaligus memberikan dukungan kepada pihak yang dinyatakan sebagai pemenang.

"SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional," ujarnya.

Langkah ini sekaligus meredam anggapan bahwa SMAN 1 Pontianak ingin membatalkan hasil lomba. Mereka menegaskan sejak awal tidak pernah memiliki niat ke arah sana.

"SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," katanya.

Di tengah sorotan publik yang sempat memanas, pihak sekolah juga merasa perlu meluruskan persepsi yang berkembang. Mereka menekankan bahwa langkah yang diambil bukanlah serangan terhadap siapa pun.

"Langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu," lanjutnya.

Baca Juga: Terseret Dugaan Gratifikasi, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Pernah Diperiksa KPK

Dengan kata lain, sikap SMAN 1 Pontianak berdiri di dua sisi sekaligus: kritis terhadap proses, namun tetap menjaga etika dalam kompetisi.

Di tengah riuhnya polemik, pilihan ini menjadi semacam garis batas bahwa mereka tidak ingin terjebak dalam konflik berkepanjangan, tetapi juga tidak mengabaikan hal yang dianggap perlu diklarifikasi.

Sikap tersebut sekaligus menutup babak spekulasi: SMAN 1 Pontianak tidak sedang melawan hasil, melainkan memilih cara sendiri untuk meresponsnya tegas, tapi tetap elegan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Analisis Pakar soal Pertemuan Bersejarah Trump dan Xi Jinping
• 8 jam laludetik.com
thumb
Mengapa Anak Mudah Terjebak Judi Online?
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Jemput Pelaku Malah Dihabisi, Terungkap Kronologi Pembunuhan Pelajar di Karawang, Kakak Kelas Diam-diam Incar Motor
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Persebaya dan Persija Mulai Pereteli Pilar PSM Makassar Satu Per Satu, Bagaimana Nasib Juku Eja Musim Depan?
• 23 jam laluharianfajar
thumb
KJRI Jeddah UNGKAP 19 WNI Ditahan Aparat Saudi, Salah Satunya Akibat Foto Perempuan Saudi Tanpa Izin
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.