Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Warga Diminta Pakai Masker

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kualitas udara di Jakarta tercatat dalam kategori tidak sehat pada Jumat pagi, menurut data dari laman IQAir yang diperbarui pada pukul 04.00 WIB. Masyarakat disarankan mengenakan masker saat berada di luar rumah untuk menjaga kesehatan.

Berdasarkan catatan IQAir, indeks kualitas udara Jakarta mencapai poin 154 dengan konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 60 mikrogram per meter kubik. Angka ini lebih tinggi 12 poin dari nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM 2,5 adalah partikel yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron dan dapat ditemukan di udara dalam bentuk debu, asap, dan jelaga. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dikaitkan dengan risiko kematian dini, terutama bagi orang dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Rekomendasi Kesehatan dan Upaya Pengendalian

Selain mengenakan masker, disarankan juga untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, menutup jendela untuk menghindari udara kotor, dan menyalakan penyaring udara. Jakarta menempati posisi keempat dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia, di bawah Tangerang Selatan (165), Bekasi (161), dan Tangerang (155).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyusun berbagai strategi untuk menekan polusi udara, di antaranya melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan transformasi sektor transportasi ke tenaga listrik. Pemprov DKI juga menekankan pentingnya kerja sama lintas wilayah dan antar-organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengendalikan pencemaran udara secara efektif.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Komitmen pengendalian pencemaran udara periode 2023–2030 telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 576 Tahun 2023 tentang SPPU, yang mencakup penguatan tata kelola, pengurangan emisi dari sumber bergerak seperti transportasi, dan sumber tidak bergerak seperti industri.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kubu Andrie Yunus Persoalkan Sidang Kasus Air Keras:Tak Ada Upaya Usut Kasus secara Komprehensif
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Kita Tidak Kehilangan Pengetahuan Lingkungan, Kita Kehilangan Hati Nurani
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Tiba di Beijing, Analisis: Trump Memegang Banyak Kartu Truf dalam Kunjungannya
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
Mengapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Rekrut Megawati Hangestri Memang Menjanjikan, Hyundai Hillstate Justru Dapat Peringatan Keras dari Media Korea
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.