JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang Idul Adha 2026 yang jatuh pada Rabu (27/5/2026), masjid-masjid dan lapangan di berbagai daerah mulai bersiap menyambut penyembelihan hewan kurban.
Di balik hiruk-pikuk pembagian daging dan gema takbir yang akan berkumandang nanti, ada tangan-tangan terampil yang memastikan proses penyembelihan berjalan halal sekaligus ihsan.
Salah satunya adalah Cang Adus Salim (49), juru sembelih halal asal Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang jejak hidupnya membawa ia dari penyembelihan kurban di kampung hingga bekerja di Brunei Darussalam.
Siang itu, Kamis (14/5/2026), Cang Adus tampak jongkok di tengah kerumunan peserta pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di Kota Tangerang Selatan.
Baca juga: PKS Libatkan Juleha untuk Sembelih Ribuan Hewan Kurban
Mengenakan kaos cokelat sambil menggenggam mikrofon kecil di tangan, ia menjelaskan bagian demi bagian karkas sapi yang terhampar di hadapannya.
Puluhan peserta mengelilinginya dengan saksama. Sebagian merekam menggunakan telepon genggam, sebagian lain memperhatikan cara pria itu menunjuk potongan daging sapi sambil menjelaskan teknik penanganannya.
Di momen itulah pengalaman panjang Cang Adus terasa begitu hidup.
“Awalnya saya bukan penyembelih, tapi saya senang melihat orang menyembelih hewan kurban,” kata Cang Adus kepada Kompas.com.
Sejak kecil, ia terbiasa melihat proses kurban di masjid-masjid sekitar rumahnya. Namun, dari sana pula ia mulai melihat banyak hal yang menurutnya kurang tepat.
Ia pernah menyaksikan penyembelih dengan rokok masih terselip di mulut. Ada pula jagal yang menggunakan pakaian tidak layak ketika menyembelih hewan kurban.
Baca juga: Sambo dari Tangerang: Sapi 1,1 Ton yang Dibeli Prabowo untuk Kurban
“Menurut saya bagaimana dia membaca tasmiahnya, baca doa bismillahnya, kalau rokok masih ada,” ujarnya.
Keresahan itu membuatnya tertarik mendalami dunia Juru Sembelih Halal Indonesia atau Juleha Indonesia.
Menurut dia, organisasi tersebut tidak hanya mengajarkan teknik menyembelih, tetapi juga adab dan perlakuan baik terhadap hewan.
“Organisasi Juru Sembelih Halal Indonesia ini lebih mendalam pembahasannya, kajiannya, dan pengetahuannya,” tutur dia.