REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Sebanyak 57 biksu dari empat negara tiba di Surabaya dalam perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace (IWFP) menuju Candi Borobudur untuk menyuarakan perdamaian dan semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa.
Panitia lokal kegiatan dari Wihara Buddhayana Dharmawira Center Kota Surabaya, Romo James Pala Joewono yang mendampingi para biksu mengungkapkan, para biksu akan singgah di Surabaya selama dua hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur.
Baca Juga
Trump: China Ingin Terus Beli Minyak dari Iran
PPK Kemayoran Dukung Gema Waisak Pindapata Nasional 2026
Di Forum BRICS, Menlu RI Singgung Soal Negara Pengacau Tatanan Internasional
“Kami mengawal biksu dan mampir di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke garis pemberhentian hari ini di Wihara Buddhayana Dharmawira Center,” kata Romo James kepada awak media di Surabaya, Jawa Timur, Kamis(14/5/2026).
Ia menjelaskan, rombongan sebelumnya mengunjungi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) di Jalan Raya Juanda sebelum melanjutkan berjalan kaki menuju kawasan Surabaya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Para biksu tengah menjalani prosesi ibadah di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (3/6/2023). - (Dok. InJourney)
Dalam perjalanan dari Sidoarjo tersebut, Romo James mengatakan sebanyak empat biksu mengalami kelelahan, sehingga harus melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan, sedangkan 53 lainnya berhasil tiba di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dengan aman.
Ia menuturkan peserta Indonesia Walk for Peace berasal dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia. Jumlah biksu terbanyak berasal dari Thailand yang mencapai lebih dari 40 biksu.
Ia menuturkan perjalanan spiritual tersebut dimulai dari Bali sejak 7 Mei 2026 sebelum rombongan menyeberang ke Banyuwangi dan melanjutkan perjalanan yang akan melintasi sedikitnya sepuluh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur.