JAKARTA, KOMPAS.com - Warga dan pengguna jalan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, menyebut kerap menyaksikan aksi pemalakan di sekitar kawasan persimpangan Jalan Jembatan Tiga Raya.
Fauzan (36), seorang pengemudi ojek online di sekitar lokasi mengungkapkan para pelaku menjadikan kendaraan pengangkut barang, seperti mobil logistik, pikap, hingga truk kargo sebagai sasaran utama.
"Emang banyak sih di sini, biasanya dari sini ke (arah) Angke itu juga kan ada di perempatan gini, dia ngasih-ngasih jalan. Biasanya yang diminta yang bawa barang gini," kata Fauzan saat ditemui Kompas.com di lokasi, Jumat (15/5/2026).
Baca juga: Viral Diduga Preman Palak Sopir Bus di Tasikmalaya, Polisi: Rekaman Cekcok Tahun Lalu, Bukan Pemalakan
Meski tidak pernah menjadi korban secara langsung, Fauzan mengaku sering menyaksikan sopir mobil ekspedisi dan kargo yang melintas dari arah kawasan pelabuhan Jakarta Utara dipalak.
"Kayaknya dia emang nyarinya yang bawa barang, mobil-mobil pick-up sama truk-truk gitu, mungkin lebih gampang kali ya, apalagi suka kebuka jendelanya," ucapnya.
Senada, Arif (28), seorang pedagang di sekitar lokasi, membenarkan keberadaan orang-orang yang kerap mencari uang di persimpangan tersebut.
Baca juga: Pemalakan Warteg di Bekasi Diselidiki, Pelaku Diduga Baru Pertama Kali Beraksi
Menurut dia, para pemalak itu awalnya mengatur lalu lintas lalu meminta imbalan kepada para pengemudi mobil.
"Biasanya emang kadang ada, sore-sore gitu biasanya dia pak ogah sambil ngaturin lalu lintas gitu, kadang minta uang," ucap Arif.
Namun, Arief mengaku tak melihat secara langsung kejadian pemalakan yang berujung pencurian kartu uang elektronik di lokasi tersebut yang viral pada Kamis (14/5/2026) lalu.
Ia menyebut bahwa para pelaku biasanya datang bergerombol sekitar tiga hingga empat orang.
Baca juga: Pemalakan Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Cerminan Masalah Ekonomi Perkotaan
Menurut dia, para pelaku memang tidak beroperasi menetap setiap saat dan diduga berpindah-pindah ke tempat lain.
"Enggak sih (setiap hari), jarang malah sebenarnya, tapi saya juga kan enggak setiap hari di sini. Pindah-pindah kayaknya mereka juga," kata Arif.
Menanggapi maraknya aksi premanisme jalanan ini, Fauzan sebagai salah satu pengguna jalan pun berharap adanya ketegasan dari aparat penegak hukum untuk menindak para pelaku pemalakan.
"Ya sama-sama nyari makan sih tapi kan kalau begitu mengganggu orang juga ya, harus ditindak lah," ujarnya.
Baca juga: Viral Pemalakan di Warteg Bekasi, Pelaku Ancam Korban: Awas Ketemu di Jalan
Sementara itu, Kompas.com telah mencoba menghubungi Kanit Reskrim Polsek Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea, untuk meminta keterangan serta konfirmasi terkait rentetan peristiwa ini.





