Jakarta-Milan Perkuat Kolaborasi, Wagub Rano: Wujudkan Kota Global Humanis

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkokoh posisinya di jajaran kota global melalui penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Milan, Italia. Kemitraan strategis ini menitikberatkan pada pengembangan seni publik dan aktivasi ruang kota sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus memperkuat Jakarta sebagai metropolis yang humanis.

Upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi Jakarta dalam Leadership Exchange Programme Jakarta–Milan yang difasilitasi oleh World Cities Culture Forum (WCCF). Program pertukaran pengetahuan ini berlangsung di Museo delle Culture (MUDEC), Milan, pada 9–16 Mei 2026. Jakarta menjadi satu dari 19 kota di dunia yang terpilih untuk tampil dalam acara bertema “Public Art and Co-Creation”, sebuah konsep yang mengedepankan penciptaan karya seni melalui kolaborasi lintas sektoral.

Pertemuan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dengan Wakil Wali Kota Milan, Anna Scavuzzo, di Balai Kota Milan, Selasa 13 Mei 2026 menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi kedua kota dalam mengelola ruang publik berbasis kebutuhan masyarakat dan identitas lokal.

BACA JUGA:Pemprov DKI Jakarta Raih Penghargaan Kemendagri 2025, Rano Karno Tegaskan Komitmen Layanan Publik

Rano menegaskan transformasi Jakarta menuju kota global tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik masif, modern, atau deretan gedung pencakar langit, tetapi bagaimana masyarakatnya mendapatkan ruang untuk berinteraksi, berekspresi, dan merasa memiliki identitas kotanya secara utuh.

Jakarta, lanjut Rano, ingin belajar dari kota-kota dunia yang berhasil menjadikan seni dan budaya sebagai bagian penting dalam kehidupan kota. Jakarta ingin menghadirkan ruang publik yang hidup melalui seni dan budaya, sekaligus membuka ruang kolaborasi kreatif bagi masyarakat dan seniman Jakarta.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat ditemani Wakil Wali Kota Milan Anna Scavuzzo dalam acara Leadership Exchange Programme Jakarta-Milan yang berlangsung di Museo delle Culture Milan pada Selasa, 13 Mei 2026.-Dok. Pemprov DKI Jakarta-

“Kami ingin membuka ruang kolaborasi kreatif seluas-luasnya bagi masyarakat dan seniman. Kota yang maju adalah kota yang memberikan panggung bagi warganya untuk berinteraksi secara organik di ruang-ruang terbuka,” ujarnya.

Menurut Rano, keberhasilan Milan dalam menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari keseharian warganya menjadi rujukan penting bagi Jakarta. Di Milan, seni tidak hanya terpaku di dalam galeri atau museum, tetapi tumpah ke jalanan, taman, dan kawasan bersejarah, sehingga menciptakan atmosfer kota yang nyaman sekaligus produktif secara ekonomi melalui sektor pariwisata.

BACA JUGA:Rano Karno Tantang IKJ: Rumuskan Gagasan Membuat Jakarta Lebih Manusiawi

Dalam event internasional tersebut, delegasi Jakarta diwakili para praktisi dan kurator seni profesional, antara lain Muhammad Aidil Usman dari Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta, Mochammad Shabar Untung selaku Ketua Jakarta Mural Community, serta Lambertus Berto Tukan dari Tim Kurator Jakarta 500 dan Gudskul. 

Pertemuan di Milan akan ditindaklanjuti dengan proyek instalasi seni publik kolaboratif di Jakarta pada 18–24 Juli 2026. Praktisi budaya dan seniman dari Milan dijadwalkan hadir untuk bekerja sama dengan seniman lokal. Mereka akan terlibat dalam serangkaian lokakarya (workshop) dan proses penciptaan karya instalasi seni publik. Dengan melibatkan seniman muda, program ini menjadi jembatan bagi talenta lokal untuk memperluas jejaring kreatif di tingkat internasional.

Tidak hanya itu, Jakarta juga akan mendorong pertukaran praktik baik antara museum-museum di Jakarta dengan MUDEC Milan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pendidikan budaya bagi generasi muda Jakarta serta membuka akses pembelajaran terhadap standar kurasi dan konservasi museum kelas dunia.

Selain misi kebudayaan, pertemuan Pemerintah Jakarta dan Milan juga menyentuh aspek krusial pembangunan perkotaan berkelanjutan, yakni ketahanan pangan. Kedua kota membahas peluang kerja sama dalam pengembangan pertanian perkotaan (urban farming), pengurangan limbah pangan (food waste), serta modernisasi sistem distribusi pangan agar lebih efisien.

BACA JUGA:TIM Bakal Diaktivasi Jadi Pusat Seni dan Budaya, Rano Karno: Wujudkan Visi Kota Global

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pangkat Kapolda Metro Jaya Naik jadi Komjen, Kapolri Bicara Arahan Presiden
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Fluktuasi Harga Avtur, Kemenhub Sesuaikan Fuel Surcharge Angkutan Udara
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemerintah Jajaki Potensi Pasar Ekspor dan Kerja Sama Bidang Pangan di Eurasia
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polemik Film Pesta Babi, Papua Dinilai Perlu Dilihat Lebih Komprehensif
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
BMKG: Cuaca Indonesia Hari Ini Jumat 15 Mei 2026 Diprakirakan Hujan Guyur Kota Besar
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.