Trump: AS dan China sama-sama tak ingin Iran punya senjata nuklir

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Beijing (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim hasil pembicaraannya dengan Presiden Xi Jinping adalah bahwa baik AS maupun China tidak ingin agar Iran punya senjata nuklir.

"Kami juga membahas Iran. Pandangan kami mengenai Iran sangat mirip, kami ingin hal itu berakhir. Kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir," kata Trump dalam video yang disiarkan oleh televisi pemerintah China, di Zhongnanhai, Beijing, Jumat.

Trump menyampaikan hal tersebut saat tur privat dengan Xi Jinping ke Zhongnanhai, kompleks pemerintahan dan kepemimpinan tertinggi di China yang menggabungkan kantor presiden, kantor perdana menteri maupun kantor dan kediaman para elit Partai Komunis China yang tertutup untuk publik dan punya keamanan sangat tinggi.

"Kami ingin selat (Hormuz) tetap terbuka. Saat ini kami sedang menutupnya. Mereka menutupnya, dan kami menutupnya lagi terhadap mereka. Namun, kami ingin selat itu terbuka, dan kami ingin mereka mengakhiri persoalan ini, karena situasi di sana kacau, agak kacau," tambah Trump.

Dan kondisi itu, ungkap Trump, tidak baik dan tidak bisa dibiarkan.

"Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," tegas Trump.

Selain itu Trump menyebut ia dan Xi Jinping juga membahas banyak hal lainnya.

"Dan saya kira kami sangat sependapat. Kami akan melanjutkan pembahasan lebih lanjut sekarang bersama kelompok yang lebih besar," tambah Trump.

Ia pun mengungkapkan sangat berterima kasih kepada Presiden Xi dan seluruh perwakilannya.

"Kami telah menjalin hubungan yang bersahabat dengan mereka semua. Mereka orang-orang hebat, merupakan suatu kehormatan berada di sini," ungkap Trump.

Trump juga mengatakan kunjungannya tersebut akan bersifat timbal balik.

"Kami akan menunjukkan semuanya (di Amerika) secara terbuka, dan mudah-mudahan Anda akan punya kesan yang sangat baik, seperti saya yang sangat terkesan dengan China. Saya hanya ingin mengakhiri dengan mengucapkan terima kasih banyak. Ini benar-benar menjadi dua hari yang luar biasa. Terima kasih banyak," kata Trump.

Dalam keterangan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri China, Presiden Xi mengatakan China dan AS dapat memperkuat kerja sama untuk mendorong pembangunan dan kebangkitan masing-masing.

"Kedua negara perlu melaksanakan dengan baik konsensus penting yang telah kita capai, menghargai momentum positif yang tidak mudah diperoleh saat ini, menjaga arah yang tepat, menyingkirkan berbagai gangguan, dan mendorong hubungan kedua negara berkembang secara stabil," kata Presiden Xi.

Xi Jinping menyatakan bahwa kunjungan Presiden Trump kali ini merupakan kunjungan yang bersejarah dan simbolis.

Baca juga: Xi Jinping undang Donald Trump ke tur privat di Zhongnanhai

"Kedua presiden bersama-sama telah menetapkan posisi baru bagi hubungan China-AS, yakni hubungan strategis yang konstruktif dan stabil. Keduanya juga telah mencapai konsensus penting mengenai upaya menjaga stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan, memperluas kerja sama praktis di berbagai bidang, serta menyelesaikan secara tepat berbagai hal yang menjadi perhatian masing-masing," jelas Xi.

Selain itu, kedua presiden sepakat untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi mengenai isu-isu internasional dan regional.

"Kunjungan ini bermanfaat untuk meningkatkan saling pengertian, memperdalam rasa saling percaya, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara. Hal ini sekali lagi menunjukkan bahwa China dan AS dapat hidup berdampingan secara damai, mencapai kerja sama yang saling menguntungkan atas dasar saling menghormati, serta menemukan jalan yang benar untuk berinteraksi. Itulah yang diharapkan oleh rakyat kedua negara dan masyarakat dunia," ungkap Presiden Xi.

Saat kunjungan tersebut juga hadir Sekretaris Sekretariat Komite Pusat Partai Komunis China (PKC) Cai Qi, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Duta Besar AS untuk China David Perdue, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Baca juga: Takaichi dan Trump Bahas Xi serta Indo-Pasifik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Direspon KDM, Ini Kronologi Wanita Surabaya Terjerat Love Scamming Rp2,1 M oleh Warga Cirebon yang Ngaku Pegawai UNICEF
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Alasan Anggota DPRD Jember Merokok dan Main Game saat Rapat
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Infografis Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Indonesia Dorong BRICS Perkuat Stabilitas Dunia dan Hukum Internasional
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekonom CORE Indonesia Sarankan Pemerintah Rombak Personel Atasi Kemerosotan Rupiah
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.