Kapolri Ungkap Alasan Pangkat Kapolda Metro Jaya Naik Jadi Komjen

eranasional.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan alasan di balik perubahan status jabatan Kapolda Metro Jaya yang kini resmi dijabat oleh perwira tinggi berpangkat Komisaris Jenderal atau jenderal bintang tiga. Menurut Kapolri, keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penguatan struktur keamanan dan pemerintahan di wilayah Ibu Kota Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan di Jakarta pada Kamis, 14 Mei 2026. Ia menyebut posisi strategis Jakarta sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan aktivitas nasional memerlukan penguatan koordinasi keamanan di tingkat tertinggi, termasuk melalui penyesuaian struktur jabatan di lingkungan kepolisian.

“Tindak lanjut arahan Bapak Presiden untuk di Jakarta, Pangdam dan Kapolda bintang tiga,” kata Sigit.

Dengan keputusan tersebut, jabatan Kapolda Metro Jaya kini resmi setara dengan Pangdam Jaya yang sama-sama dipimpin perwira tinggi berpangkat bintang tiga. Kebijakan itu dinilai menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat sinergi pengamanan di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang memiliki tingkat kompleksitas keamanan tinggi.

Polda Metro Jaya sendiri saat ini dipimpin oleh Asep Edi Suheri. Sebelumnya, Asep berpangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua. Namun, berdasarkan keputusan terbaru, pangkatnya resmi naik menjadi Komisaris Jenderal Polisi atau bintang tiga.

Kenaikan pangkat tersebut dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto. Ia menyebut perubahan status jabatan dan pangkat Kapolda Metro Jaya telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia.

“Benar untuk Kapolda Metro Jaya saat ini berpangkat Komisaris Jenderal Polisi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 tanggal 13 Mei 2026,” ujar Budi Hermanto.

Perubahan struktur jabatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam sejarah organisasi Polri, khususnya di lingkungan Polda Metro Jaya. Selama ini, jabatan Kapolda Metro Jaya identik diisi oleh perwira tinggi berpangkat Inspektur Jenderal atau bintang dua. Dengan perubahan tersebut, Polda Metro Jaya kini memiliki posisi yang lebih strategis dalam struktur organisasi kepolisian nasional.

Wilayah hukum Polda Metro Jaya memang memiliki karakteristik berbeda dibanding wilayah lain di Indonesia. Selain mencakup Ibu Kota Jakarta, wilayah pengamanan Polda Metro Jaya juga meliputi daerah penyangga seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang yang menjadi pusat aktivitas ekonomi, bisnis, politik, hingga mobilitas masyarakat dalam skala besar.

Kompleksitas persoalan keamanan di Jakarta dinilai terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan teknologi. Tantangan keamanan tidak lagi terbatas pada kejahatan konvensional, tetapi juga mencakup kejahatan siber, narkotika, tindak pidana lintas negara, hingga pengamanan agenda nasional dan internasional.

Asep Edi Suheri dikenal sebagai salah satu perwira tinggi Polri yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan penegakan hukum. Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 16 November 1972, ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994.

Selama berkarier di institusi Polri, Asep banyak menangani berbagai kasus besar, terutama yang berkaitan dengan tindak pidana siber, narkotika, dan kejahatan transnasional. Pengalaman tersebut membuatnya dikenal sebagai figur yang kuat di bidang investigasi dan penegakan hukum modern.

Sebelum dipercaya memimpin Polda Metro Jaya, Asep lebih dulu menjabat sejumlah posisi penting di lingkungan kepolisian. Kariernya dimulai dari berbagai penugasan di tingkat kewilayahan hingga akhirnya masuk ke jajaran Bareskrim Polri.

Beberapa jabatan yang pernah diemban antara lain Kapolres Cirebon Kota pada 2011, Wakapolresta Bekasi Kota pada 2015, dan Kapolresta Tangerang pada 2016. Setelah itu, kariernya berlanjut di tingkat Mabes Polri dengan menjabat sebagai Wadirtipidter Bareskrim Polri pada 2020.

Namanya semakin dikenal setelah dipercaya menjabat Dirtipidsiber Bareskrim Polri pada 2021. Pada posisi tersebut, Asep terlibat dalam penanganan berbagai kasus kejahatan digital yang berkembang pesat di Indonesia, termasuk penipuan online, peretasan, hingga kejahatan lintas negara berbasis teknologi informasi.

Karier Asep kemudian kembali meningkat ketika ditunjuk sebagai Wakabareskrim Polri pada 2022. Jabatan itu semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perwira tinggi dengan pengalaman luas di bidang reserse kriminal.

Pada 2025, Asep resmi ditunjuk menjadi Kapolda Metro Jaya melalui Surat Telegram Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025. Ia menggantikan Karyoto yang saat itu diangkat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan atau Kabaharkam Polri.

Penunjukan Asep sebagai Kapolda Metro Jaya kala itu dinilai sebagai bagian dari strategi Polri dalam memperkuat penanganan keamanan di wilayah metropolitan Jakarta. Pengalamannya dalam bidang reserse dan siber dianggap relevan dengan tantangan keamanan perkotaan yang semakin kompleks.

Dengan kenaikan status jabatan menjadi bintang tiga, posisi Kapolda Metro Jaya kini dipandang memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung stabilitas keamanan nasional. Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi memang membutuhkan koordinasi pengamanan yang lebih kuat, terutama dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan teknologi yang terus berkembang.

Selain itu, perubahan struktur jabatan tersebut juga menunjukkan adanya penyesuaian organisasi Polri terhadap kebutuhan keamanan di wilayah metropolitan terbesar di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta menjadi pusat berbagai agenda nasional dan internasional yang memerlukan pengamanan dengan tingkat koordinasi tinggi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan lembaga negara lainnya.

Kapolri menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah institusi untuk meningkatkan efektivitas pengamanan di wilayah Ibu Kota. Dengan kepemimpinan berpangkat Komisaris Jenderal, diharapkan koordinasi lintas sektor dan pengambilan keputusan strategis di wilayah hukum Polda Metro


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bedah Potensi E-Wallet Emas, Digadang Bisa Jadi Terobosan Baru Ekonomi Digital, Ini Tantangan dan Peluangnya
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemensos Siapkan Pendampingan Menyeluruh bagi Korban Pelecehan di Pati
• 13 jam laludetik.com
thumb
Ketika Maggot Mengubah Kampung
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Pasar ”Long Weekend”, Rupiah Kian Tenggelam hingga Tembus Rp 17.600
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Siap Sambut Kunjungan Presiden Lukashenko, Airlangga Dorong Sinergi Transaksi Bebas Bea RI-Belarus
• 50 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.