Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 resmi menyentuh 5,61 persen YoY, di atas konsensus pasar dan membuktikan kekuatan fundamental domestik kita. Yang cukup aneh, meski ekonomi tumbuh, valuasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih sangat terdiskon.
Angka PE ratio IHSG saat ini berada di level 10-12 kali, jauh lebih rendah dibanding rata-rata jangka panjang maupun bursa kompetitor seperti Thailand dan Vietnam. Kondisi ini memberikan celah bagi investor untuk masuk ke pasar saat harga masih murah namun ekonomi sedang ekspansif.
Secara historis, tekanan jual biasanya memuncak sebelum tanggal rebalancing lalu berangsur mereda. Mengingat IHSG telah terkoreksi jauh dari level 9.000-an, valuasi mulai terlihat kompetitif dan pasca-29 Mei berpotensi jadi momentum masuk yang menarik.
Selain itu, poin penting dalam berinvestasi di BEI saat ini adalah potensi dividend yield yang semakin membesar. Koreksi harga pasar seringkali membuat yield dividen melonjak karena pembagian laba perusahaan tetap stabil. Perusahaan besar seperti sektor perbankan (BBCA, BBRI, BMRI), energi (PGAS, AKRA), hingga konsumer (UNVR, INDF) merupakan pembagi dividen yang konsisten.
Saat ini, imbal hasil dividen mereka mencapai 4-11 persen, angka yang sangat kompetitif dibandingkan deposito bank yang rata-rata 4-5 persen. Investor diuntungkan dua kali potensi kenaikan harga (capital gain) dan pendapatan tetap dari pembagian laba tahunan emiten.
Perkembangan pasar modal Indonesia juga didorong oleh faktor struktural baru pembentukan Daya Anagata Nusantara (Danantara). Berdasarkan proyeksi Fitch Research pada 2026, Danantara dapat mengumpulkan pendapatan dividen hingga >Rp 140 triliun untuk memperkuat ekosistem pasar modal.
Fokus alokasi modal Danantara mencakup infrastruktur, teknologi, hingga energi terbarukan secara komprehensif. Kehadiran lembaga ini meningkatkan kepercayaan bahwa aset strategis negara akan dikelola secara profesional dan berorientasi profit.
Bagi pemegang saham BUMN, ini adalah sinyal peningkatan efisiensi dan potensi re-rating harga saham yang saat ini masih diperdagangkan di bawah nilai wajar.
Dengan kombinasi GDP yang kuat, valuasi atraktif, dividen tinggi, serta katalis Danantara yang mulai bergerak, peluang di bursa saham Indonesia sangat menjanjikan. Sekarang fokus utama Anda adalah memilih platform transaksi yang efisien, aman, dan memiliki fitur paling mutakhir.
Berikut ini adalah tabel perbandingan aplikasi saham Indonesia yang dapat membantu Anda menentukan pilihan terbaik untuk mulai membangun portofolio investasi yang solid dan berkelanjutan: 1. Pluang Pluang kian memantapkan posisinya sebagai salah satu sekuritas saham terbaik di Indonesia terbaik dengan menawarkan ekosistem multi-aset yang luas dan telah digunakan lebih dari 13 juta pengguna, aplikasi ini menawarkan pengalaman investasi digital yang aman, berizin dan diawasi Bappebti, OJK dan BI (Bank Indonesia).
Secara keseluruhan, melalui satu aplikasi, pengguna dapat mengakses 2.000+ produk investasi, mulai dari crypto, saham Indonesia (IDX), saham dan ETF Amerika, logam mulia (emas, silver, tembaga), reksa dana, hingga produk derivatif seperti crypto perps dan options saham AS, dengan struktur biaya yang kompetitif. Fitur & Keunggulan
- Aplikasi Trading Saham Indonesia Terlengkap: Akses ke 950+ saham Indonesia langsung di ekosistem yang sama dengan portofolio saham AS, crypto, emas digital, dan reksa dana.
- Fitur Analisis Lengkap (Pro): Menyediakan fitur charting modern, Stock Screener, dan data finansial lengkap untuk membantu pengambilan keputusan investasi.
- Dapatkan bonus saham hingga Rp300.000 : Cukup selesaikan proses KYC dan top up Rekening Dana Nasabah (RDN) kamu di Pluang untuk mendapatkan bonusnya, selengkapnya disini.
- 0% Trading Fee: Nikmati biaya transaksi yang sangat kompetitif, termasuk promo biaya trading 0% bagi semua pengguna, selengkapnya disini.
- Tanpa minimum deposit dan top up via Bank Lokal: Investasi langsung di saham Indonesia (seperti BBCA, BBRI, BREN, GOTO) tanpa minimum deposit dengan kemudahan top-up saldo melalui RDN (Rekening Dana Nasabah) BCA dan Bank Jago
- Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
- Fitur Tercanggih: USD yield 3.38% p.a, signal & screeners, Pro Mode di Terminal Web, yang mengintegrasikan seluruh fitur TradingView secara gratis, tersedia 25x Leverage pada Crypto Futures dan 4x Leverage untuk Saham Amerika yang dapat ditradingkan 24 jam, trading dengan aura AI untuk membantu analisis fundamental, teknikal dan identifikasi sinyal pasar secara real-time, dan auto invest features
- Produk: 1000+ IDX stocks dan mutual funds
- Tools: AMO, alerts, market news
- Order type: Market, Trailing Stop, Advanced
- Mendukung penuh perdagangan saham Indonesia melalui ekosistem Growin’ (aplikasi mobile, web, dan integrasi di Livin’ by Mandiri).
- Trade Now, Pay Later: bisa meminjam hingga 2,8× dari net cash dan 1,81× dari nilai portofolio.
Fitur & Keunggulan
- Produk: 1000+ IDX stocks, obligasi dan ETFs
- Akses penuh ke saham Indonesia (IDX).
- Tools: Alert saham pilihan analyst, AMO, market news
- Full support: saham, reksadana dan obligasi
- Buka Aplikasi Pluang: Pastikan kamu sudah memiliki akun dan saldo RDN yang mencukupi.
- Cari Saham yang Diinginkan: Gunakan fitur pencarian dan masukkan kode saham (misalnya, BBCA, TLKM, atau ASII) atau nama perusahaan misalnya (Mandiri, Unilever, atau GoTo)
- Masuk ke Halaman Transaksi: Pilih opsi "Beli" atau "Buy".
- Tentukan Jumlah: Kamu bisa memilih untuk membeli berdasarkan jumlah lot atau berdasarkan nominal uang (misalnya, Rp 100.000).
- Pilih Tipe Order: Pilih antara Limit Order (jika kamu ingin menunggu di harga tertentu) atau Market Order (jika kamu ingin order langsung tereksekusi).
- Konfirmasi: Periksa kembali detail pesanan, lalu konfirmasi. Saham akan masuk ke portofolio kamu setelah pesanan tereksekusi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)




