Perkuat KBMI 2, Satu Bank Syariah Baru Hasil Spin-off Ditargetkan Terbentuk Tahun Ini

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pada tahun ini diharapkan terbentuk satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil proses spin-off.

Perkuat KBMI 2, Satu Bank Syariah Baru Hasil Spin-off Ditargetkan Terbentuk Tahun Ini (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat struktur dan ketahanan industri perbankan syariah, yang mana saat ini telah terdapat tiga bank syariah berskala besar yang mengisi posisi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dan 3.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pada tahun ini diharapkan terbentuk satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil proses spin-off.

Baca Juga:
PPIH Siapkan Jalur Khusus Lansia di Terminal Ajyad

"OJK harapkan terbentuk satu BUS baru hasil proses spin-off akan memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional pada kelompok KBMI 2," kata Dian Sabtu (16/5/2026).

Sejalan dengan upaya tersebut, konsolidasi industri juga terus berlangsung pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah melalui proses penggabungan terhadap 21 BPR/BPR Syariah yang ditargetkan menghasilkan 9 BPR Syariah yang lebih kuat, efisien, dan berdaya saing.

Baca Juga:
Industri Perbankan Syariah Catat Aset Rp1.061 Triliun hingga Maret 2026

Berbagai langkah tersebut semakin memperkuat struktur industri perbankan syariah yang merupakan bentuk implementasi dari pilar pertama dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI), yaitu Penguatan Struktur dan Ketahanan Industri Perbankan Syariah.

Hingga Maret 2026, aset industri perbankan syariah tumbuh 10,49 persen year-on-year (yoy) atau sebesar Rp1.061,61 triliun.

Baca Juga:
Trump Klaim AS dan China Ingin Selat Hormuz Dibuka Kembali

Sedangkan pembiayaan perbankan syariah tumbuh sebesar 9,82 persen yoy menjadi Rp716,40 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional, didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,14 persen yoy menjadi Rp811,76 triliun.

Adapun rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir hingga mencapai 87,65 persen, sejalan dengan semakin kuatnya kontribusi perbankan syariah terhadap sektor riil. 

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Anjlok usai Kunjungan Trump ke China Tak Hasilkan Terobosan Besar

"Kinerja industri juga tetap terjaga dengan kualitas pembiayaan yang baik, tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) Gross dan NPF Net yang masing-masing berada pada level 2,28 persen dan 0,87 persen," kata Dian.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekam bakar, media tanam ramah lingkungan bernilai ekonomi
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Gencatan Senjata Gagal, Konflik Israel dan Hizbullah di Lebanon Meluas Jadi Perang Terbuka
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemendagri Dorong Transformasi BPBD untuk Hadapi Risiko Bencana yang Kian Kompleks
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Link Live Streaming BRI Super League di Vidio: Persis Solo Vs Dewa United
• 3 jam lalubola.com
thumb
Indra The Rain dan Bongky BIP Terpilih Jadi Badan Pengawas WAMI
• 6 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.