Pantau - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Israel sebagai salah satu pemicu utama krisis di Timur Tengah dan menilai provokasi yang dilakukan negara tersebut terus memperburuk situasi kawasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan kepada wartawan sepulang dari kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan pada Sabtu, 16 Mei 2026.
“Provokasi Israel yang hingga kini masih berlangsung menjadi salah satu alasan utama krisis ini muncul,” kata Erdogan.
Erdogan menilai Israel berulang kali menunjukkan kesediaan menggoyahkan stabilitas Timur Tengah demi kepentingannya sendiri.
Pemerintah Turki meyakini langkah penting yang perlu dilakukan saat ini adalah menetralisir berbagai provokasi yang terjadi di kawasan.
Turki Dorong Perdamaian Kawasan Tanpa Campur Tangan AsingSetelah situasi mereda, Erdogan menilai kawasan Timur Tengah perlu membangun perdamaian yang berkelanjutan.
Ia juga menegaskan seluruh persoalan di kawasan harus diselesaikan oleh negara-negara regional tanpa campur tangan pihak luar.
Turki disebut akan terus berupaya mencegah eskalasi konflik lebih lanjut sekaligus memperkuat stabilitas kawasan Timur Tengah.
Erdogan Minta Negara Timur Tengah Utamakan Kepentingan NasionalErdogan turut mendesak negara-negara di kawasan agar tidak mengejar keuntungan politik jangka pendek di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Ia meminta negara-negara Timur Tengah lebih mengutamakan kepentingan nasional dibanding kepentingan negara asing maupun perusahaan multinasional.




