jpnn.com, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran di wilayahnya.
Salah satu fokus utama yang digencarkan adalah membekali masyarakat dengan keterampilan khusus melalui program "Kukar Siap Kerja" agar mampu diserap langsung oleh pasar kerja.
BACA JUGA: Atasi Pengangguran, Gubernur Sulut Gandeng KP2MI Buka Keran Kerja ke Luar Negeri
"Selain rutin menjalankan program Kukar Siap Kerja, pemda juga menyediakan Klinik Wirausaha Mandiri agar masyarakat bisa membuka lapangan kerja sendiri, produktif, dan dapat mandiri secara ekonomi," kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Sabtu.
Melalui program Kukar Siap Kerja, sudah lebih dari 4.000 warga sudah dilatih dan bersertifikat hingga akhir 2024, menuju target 6.000 orang sampai 2026.
BACA JUGA: Kemendagri Apresiasi Praktik Baik Sejumlah Daerah dalam Penurunan Pengangguran
Mereka yang telah mendapat pelatihan rata-rata sebanyak 1.200 orang per tahun yang diprioritaskan dari warga dari keluarga kurang mampu, yakni mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.
Program Kukar Siap Kerja dilakukan kerja asma dengan perusahaan, sehingga tingkat penyerapan kerja cukup tinggi, seperti untuk pelatihan vokasi, sebagian besar peserta langsung diterima di perusahaan besar, bahkan multinasional dengan beragam keterampilan seperti mengelas, alat berat, otomotif, dan jasa.
BACA JUGA: Kepala BSKDN Ingatkan Pemda Responsif Hadapi Tantangan Pengangguran
Perusahaan bersedia merekrut karena selain adanya sertifikasi juga melihat keterampilan yang dimiliki peserta, karena pelatihan yang dilakukan sesuai kebutuhan industri setempat baik las, pertambangan, perkebunan, konstruksi, jasa, alat berat dan lainnya.
"Melalui Kukar Siap Kerja, maka hal ini dapat menekan angka pengangguran yang dampkanya kemudian adalah menurunkan jumlah warga miskin seiring dengan adanya atau bahkan bertambahnya pendapatan warga," katanya.
Sementara bidang pelatihan dengan tingkat keberhasilan penyerapan kerja tertinggi di program Kukar Siap Kerja antara lain pelatihan teknik dan pertambangan dengan tingkat penyerapan pasar kerja antara 90-95 persen.
Jenis pelatihan yang dikuasai oleh peserta meliputi operator alat berat, pengelasan, permesinan, dan teknik listrik. Keterampilan ini dibutuhkan karena banyak perusahaan tambang dan kontraktor di Kukar.
Di sektor perkebunan dan pertanian, tingkat penyerapan hasil pelatihan sebesar 75-85 persen, meliputi pengolahan kelapa sawit, pemeliharaan tanaman, dan manajemen kebun, karena Kukar adalah daerah perkebunan besar sehingga banyak perusahaan sawit yang butuh tenaga terampil.
Di bidang konstruksi, tingkat penyerapan peserta pelatihan sebesar 70-80 persen, dengan keterampilan tukang batu, tukang besi, pengecatan, dan gambar bangunan, karena pembangunan infrastruktur di Kukar terus berjalan, terlebih dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berkat berbagai program yang digulirkan, termasuk program Kukar Siap Kerja, maka tingkat pengangguran ikut turun, dari 4,4 persen pada 2025, turun menjadi 3,85 persen pada 2026.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




