Pramono dukung hukuman berat bagi pelaku jambret WNA di Bundaran HI

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung aparat penegak hukum untuk menindak tegas kepada pelaku jambret terhadap warga negara asing (WNA) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

"Kalau udah tertangkap dihukum aja seberat-beratnya," kata Pramono usai meresmikan area klenteng Tian Fu Gong di PIK, Jakarta Utara, Minggu.

Menurut dia, tindakan kriminal jalanan seperti begal dan premanisme tidak boleh dibiarkan karena dapat mengganggu rasa aman masyarakat sekaligus mencoreng citra Jakarta sebagai kota global.

Pernyataan itu disampaikan setelah Pramono mendapat informasi bahwa pelaku jambret terhadap WNA tersebut telah berhasil diamankan aparat kepolisian pada Jumat (15/5) lalu.

Pramono mengaku, sebelumnya belum mengikuti detail kasus tersebut. Namun dia menyebut bahwa Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh langkah aparat dalam memberantas aksi kriminalitas di ibu kota.

"Jakarta ini sekarang ini menjadi kota teraman nomor dua di ASEAN. Dan tentunya momentum ini harus dijaga bersama," ujar Pramono.

Dia menilai keamanan merupakan faktor penting bagi Jakarta sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan pariwisata. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta ikut menjaga situasi tetap kondusif agar masyarakat maupun wisatawan merasa aman beraktivitas di ruang publik.

Pramono juga secara khusus menyoroti praktik premanisme yang dinilai meresahkan dan tidak boleh mendapat ruang di Jakarta.

"Maka saya terhadap tindakan-tindakan yang premanisme dan sebagainya memberikan support sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas," jelas Pramono.

Baca juga: Legislator DKI sayangkan penjambretan terhadap WNA di Bundaran HI

Kasus penjambretan terhadap WNA di kawasan Bundaran HI sempat menyita perhatian publik karena terjadi di salah satu titik paling ramai dan ikonik di ibu kota.

Kawasan tersebut dikenal sebagai pusat aktivitas warga, lokasi wisata, hingga area perkantoran yang kerap dikunjungi turis domestik maupun mancanegara.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat memburu pelaku jambret telepon genggam milik Warga Negara Asing (WNA) asal Italia di kawasan Bundaran HI.

"Unit Reskrim Polsek dibantu SatReskrim Polres masih berupaya untuk mengidentifikasi pelaku," kata Kapolsek Metro Menteng, Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Braiel Arnold Rondonuwu kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/5).

Menurut dia, korban yang merupakan WNA asal Italia itu sudah dimintai keterangan. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (14/5) sore, saat korban sedang menggunakan telepon genggam di pinggir jalan di kawasan Bundaran HI.

Barang yang diambil, kata Braiel, yaitu berupa satu unit telepon genggam Motorolla Neo 60 yang sedang dipegang oleh korban.

Tiba-tiba, pelaku yang mengendarai sepeda motor berwarna merah mendekati korban dan langsung mengambil telepon genggam tersebut.

Korban sempat mencoba mengambil kembali telepon genggamnya, namun saat mengejar pelaku, korban terjatuh. Peristiwa penjambretan itu terekam kamera yang berada di dalam mobil salah satu pengendara.

Baca juga: Polisi buru pelaku jambret WNA Italia di Bundaran HI

Baca juga: Polisi tangkap pelaku jambret telepon genggam milik WNA Jerman


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selain Qatar dan Jepang yang Pernah Juara, Bentrok Kontra Thailand di Piala Asia 2027 Juga Ujian Tersendiri bagi Timnas Indonesia
• 15 jam lalubola.com
thumb
Di Istana Kemakmuran Agung PIK, Pramono Bicara soal Dewa dan Keunikannya
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
China akan beli pesawat dan mesin pesawat Amerika Serikat
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Isi Surat Bocah SD Marfen Kepada Presiden Prabowo
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Kisah Wayan, Nasabah PNM ULaMM yang Sulap Kayu Pantai Menjadi Cuan hingga Ekspor
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.