Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, memastikan pemerintah bergerak cepat mengantisipasi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat memanasnya situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang mulai berdampak pada perekonomian dunia.
“Kita segera mengantisipasi terjadinya PHK yang bisa membuat banyaknya pengangguran yang ada di Indonesia," kata Afriansyah, dikutip dari Antara, Senin (18/5).
Menurutnya, tekanan ekonomi global saat ini tidak hanya dirasakan negara-negara besar, tetapi juga mulai memberikan efek terhadap kondisi ketenagakerjaan nasional. Pemerintah pun terus memantau perkembangan situasi agar gelombang PHK di berbagai sektor industri bisa dicegah sedini mungkin.
"Kita juga sekarang pada tahap kondisi global dunia, perang, ini berdampak kepada semua negara termasuk Indonesia," ujarnya.
Baca Juga: Isu PHK Massal Guru Honorer Merebak, Kemendikdasmen Bilang Begini
Afriansyah mengungkapkan, tingkat pengangguran di Indonesia saat ini berada di angka sekitar 7,4 juta orang atau setara 4,3 persen dari total penduduk. Karena itu, pemerintah menilai perlu langkah konkret agar jumlah tersebut tidak terus bertambah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Salah satu strategi yang disiapkan pemerintah adalah memperluas Program Magang Nasional. Untuk tahun 2026, kuota peserta program itu akan dinaikkan signifikan dari sebelumnya 100 ribu menjadi 150 ribu orang.
"Untuk tahun 2026, Bapak Presiden melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga membuka insya Allah lowongan sekitar 150 ribu, jadi dari 100 ribu naik menjadi 150 ribu," jelasnya.
Program tersebut difokuskan untuk membantu lulusan baru mendapatkan pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilan agar lebih siap menghadapi persaingan industri yang semakin ketat dan dinamis.
Tak hanya program magang, pemerintah juga membuka pelatihan vokasi nasional bagi lulusan SMA dan SMK melalui balai latihan kerja di berbagai daerah. Langkah itu disebut sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.
"Itu membuka (kuota) 70 ribu pelatihan, silakan mendaftar dan mengikuti. Pendaftarannya di aplikasi SIAPKerja. Di situlah nanti teman-teman bisa ikut mendaftar di magang hub, kemudian juga ikut di vokasi nasional atau pelatihan vokasi nasional," katanya.
Baca Juga: Magang Nasional Jadi Jalan Awal Karier, Efektifkah Tekan Pengangguran?
Afriansyah menambahkan, peserta program pelatihan juga akan memperoleh insentif harian selama mengikuti kegiatan tersebut.
"Di situ nanti diberikan insentif itu per hari untuk uang sakunya Rp20.000, terus pelatihannya gratis selama bisa mengikuti dengan baik dan mendapatkan sertifikasi dari negara," tambahnya.
Pemerintah, lanjut Afriansyah, meyakini penguatan ekonomi rakyat dan perluasan akses pelatihan kerja menjadi salah satu fondasi penting untuk menghadapi tekanan global yang semakin tidak menentu.





