IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Analis Sebut Tekanan Rupiah Jadi Beban Pasar

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Analis pasar modal mengingatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang membebani pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin.

IHSG tercatat sempat melemah hingga 320,76 poin atau 4,77 persen ke posisi 6.402,56 pada perdagangan pukul 11.04 WIB di Bursa Efek Indonesia.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pelemahan IHSG dipengaruhi koreksi bursa global dan mayoritas pasar saham Asia.

“Dapat kita cermati juga dari pergerakan bursa global dan mayoritas bursa Asia yang terkoreksi, ditambah dengan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang masih tertekan dan saat ini berada di level Rp17.676 per dolar AS turut membebani pergerakan IHSG,” ujar Herditya di Jakarta, Senin.

Tekanan MSCI dan FTSE Picu Kekhawatiran Investor

Herditya menjelaskan tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi pengumuman dari penyedia indeks global MSCI dan FTSE.

Menurut dia, kedua lembaga tersebut masih membekukan sejumlah saham Indonesia dan mengeluarkan beberapa emiten dari konstituen indeks mereka.

“Dimana hal ini akan menimbulkan outflow (arus dana keluar) yang cukup besar di akhir Mei (2026) nanti,” katanya.

Selain itu, konflik geopolitik yang berkepanjangan juga menyebabkan harga minyak mentah dunia kembali naik di atas 100 dolar AS per barel.

Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kekhawatiran investor terhadap tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi global.

Aksi Jual Asing Tekan Pasar Saham

Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai pelemahan IHSG dipicu kombinasi sentimen global dan tekanan teknikal domestik.

“Pasar masih dibayangi risk-off akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah, pelemahan rupiah, serta aksi jual asing yang kembali agresif di saham big caps. Efek lanjutan rebalancing MSCI juga membayangi pasar IHSG hari ini,” ujar Reydi.

Ia juga menyoroti pengumuman FTSE terkait potensi penghapusan saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC) yang menambah tekanan psikologis pasar.

Kekhawatiran terhadap keluarnya dana asing dan passive funds disebut semakin memperbesar tekanan jual di pasar saham domestik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Motif Penyanderaan Pria di Showroom Cakung Terungkap, Berawal dari Cicilan Motor
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Pemprov DKI Imbau Warga Pisahkan Sampah Sisa Hewan Kurban
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Manis Legit Dodongkal, Camilan Jadul yang Kini Digandrungi Anak Muda
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Iwan Koswara Sebut Kirab Milangkala Tatar Sunda Jadi Penguat Identitas Generasi Muda
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hanya Mengapung! Kondisi Kapal Tanker di Selat Hormuz Gegara Blokade AS-Iran
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.