Bisnis.com, JAKARTA — Pembiayaan kendaraan bermotor roda empat atau mobil baru maupun mobil bekas kompak mengalami kontraksi pada kuartal I/2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada Maret 2026, penyaluran kendaraan bermotor roda empat baru terkontraksi 3,17% (year on year/YoY) menjadi sebesar Rp146,56 triliun.
Sementara itu, penyaluran kendaraan bermotor roda empat bekas juga mengalami penurunan sebesar 7,67% YoY menjadi Rp86,73 triliun.
“Meskipun demikian, pembiayaan kendaraan roda empat baru masih mendominasi dengan porsi 26,95% dari total outstanding industri multifinance,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban RDK OJK April 2026, dikutip pada Senin (18/5/2026).
Oleh karena itu, Agusman mengatakan hingga semester I/2026 pihaknya memperkirakan pembiayaan otomotif akan tetap menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan industri multifinance.
“Hal ini seiring dengan kebutuhan pembiayaan kendaraan masyarakat serta peran strategis sektor ini dalam mendukung aktivitas ekonomi,” ucapnya.
Dia turut menyampaikan hingga Maret 2026 piutang pembiayaan industri multifinance tercatat sebesar Rp514,09 triliun, tumbuh 0,61% YoY. Adapun, laba industri mencapai Rp5,99 triliun, tumbuh 6,68% YoY. Menurutnya, pertumbuhan laba tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan dan perbaikan kualitas pembiayaan.
Secara jenis pembiayaan, OJK mencatat pada Maret 2026 penyaluran pembiayaan modal kerja oleh industri multifinance meningkat 6,15% YoY menjadi Rp54,87 triliun. Kemudian, pembiayaan multiguna juga mengalami peningkatan 1,32% YoY menjadi Rp258,45 triliun.
“Sehingga mendominasi penyaluran pembiayaan multifinance dengan porsi 50,27%. Sementara itu, penyaluran pembiayaan investasi terkontraksi 3,35% YoY menjadi sebesar Rp167,95 triliun,” beber Agusman.





