Washington: Tiongkok berkomitmen membeli produk pertanian Amerika Serikat (AS) senilai sedikitnya USD17 miliar atau sekitar Rp300,29 triliun per tahun pada 2026, 2027, dan 2028, menurut lembar fakta Gedung Putih yang dirilis pada Minggu, 17 Mei 2026.
Komitmen tersebut dicapai dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pekan lalu.
Melansir Channel News Asia, Gedung Putih menyebut angka USD17 miliar itu tidak termasuk komitmen pembelian kedelai yang telah disepakati Tiongkok pada Oktober 2025.
Ekspor pertanian Amerika Serikat ke Tiongkok sebelumnya mengalami penurunan tajam setelah perang tarif kedua negara tahun lalu menekan perdagangan bilateral.
Data Departemen Pertanian Amerika Serikat menunjukkan perdagangan pertanian kedua negara turun 65,7 persen secara tahunan menjadi USD8,4 miliar pada 2025.
Tiongkok juga telah mengurangi ketergantungannya terhadap produk pertanian Amerika Serikat sejak masa jabatan pertama Trump.
Pada 2024, sekitar 20 persen impor kedelai Tiongkok berasal dari Amerika Serikat, turun dibandingkan 41 persen pada 2016.
Gedung Putih juga menyebut Tiongkok akan bekerja sama dengan regulator Amerika Serikat untuk mencabut penangguhan terhadap fasilitas daging sapi AS dan melanjutkan impor unggas dari negara bagian yang dinyatakan bebas flu burung.
Selain itu, Washington dan Beijing sepakat membentuk US-China Board of Trade dan US-China Board of Investment. Pernyataan tersebut mengonfirmasi pengumuman sebelumnya dari pemerintah Tiongkok.
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan bahwa kedua forum itu akan menyelesaikan persoalan akses pasar produk pertanian dan memperluas perdagangan "dalam kerangka pengurangan tarif timbal balik."
Baca juga: Bawa Kesepakatan Dagang, Trump Sebut Kunjungan ke Tiongkok Momen Bersejarah




