Antena bikin Austria Ketar-ketir

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Austria baru-baru ini mengusir tiga diplomat Rusia atas tuduhan kegiatan spionase dari negaranya. Para peneliti, jurnalis, dan mantan pejabat intelijen mengatakan bahwa sistem antena di gedung-gedung diplomatik Rusia bisa jadi sumber kekhawatiran tersebut.

Tak lama kemudian, Menteri Luar Negeri Austria Beate Meinl-Reisinger mengatakan bahwa negaranya mengambil pendekatan yang lebih tegas terhadap kegiatan spionase, menyebutnya sebagai "masalah keamanan" bagi negara tersebut.

Baca Juga :
Rusia: Uni Eropa lagi Merana
Xi Jinping Bersiap Menyambut Vladimir Putin di Beijing Usai Menjamu Donald Trump

"Kami telah mengkomunikasikan hal ini dengan jelas dan tegas kepada pihak Rusia, termasuk mengenai 'hutan antena' di perwakilan Rusia. Jelas bahwa penggunaan kekebalan diplomatik untuk melakukan spionase tidak dapat diterima," ungkap dia, seperti dikutip dari situs Euronews, Senin, 18 Mei 2026.

Para peneliti dan jurnalis telah memperingatkan bahwa beberapa gedung diplomatik Rusia di Wina, ibu kota Austria, dilengkapi dengan sistem antena besar dan parabola yang dapat digunakan untuk mencegat komunikasi.

Bukan hal yang aneh bagi kedutaan besar untuk menggunakan antena di atap dan sistem satelit untuk menjaga komunikasi yang aman dengan pemerintah mereka. Berdasarkan Pasal 27 Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, misi diplomatik dapat menggunakan sarana komunikasi yang aman.

Namun, sebuah kedutaan hanya diperbolehkan memasang atau mengoperasikan pemancar radio nirkabel dengan persetujuan negara penerima.

Akan tetapi, investigasi yang diterbitkan pada Maret 2026 oleh Financial Times, yang mengutip para pejabat dan analis yang memantau lokasi tersebut, melaporkan bahwa antena parabola tampak bergerak dan berubah posisi secara sering, perilaku yang menurut para analis tidak biasa untuk sistem yang digunakan semata-mata untuk komunikasi diplomatik.

Erich Möchel adalah seorang jurnalis investigasi Austria yang telah memantau parabola dan sistem antena di gedung-gedung diplomatik Rusia di Wina bersama sekelompok ahli teknologi dan insinyur elektronik senior Austria yang menyebut diri mereka Nomen Nescio.

Ia mengatakan kepada tim pemeriksa fakta Euronews, The Cube, bahwa salah satu sistem antena di gedung kedutaan Rusia di distrik ketiga Wina "menunjuk jauh ke barat", yang menurutnya "bukan komunikasi kedutaan yang biasa."

Antena tersebut mengarah ke satelit komersial yang membawa lalu lintas komunikasi antara Eropa dan Afrika, bukan ke satelit yang terkait dengan komunikasi dengan Moskow.

Baca Juga :
Rusia Serahkan 528 Jenazah Tentara ke Ukraina
Kemlu China: Putin Bakal Kunjungi Beijing pada 19-20 Mei 2026
Vladimir Putin Bakal Kunjungi China Pekan Depan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Dorong Edukasi Transisi Energi dan STEM ke Pelajar Jakarta
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Aturan Baru Daftar Medsos Wajib Pakai Nomor HP, Ini Kata Menkomdigi
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Indonesia Ekspor 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia Senilai Rp 7 Triliun 
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
I.League Pastikan Kuota Legiun Asing Super League Musim Depan Tetap 11, tapi Hapus Aturan Pemain U-23 Main Starter 45 Menit
• 19 jam lalubola.com
thumb
Komisi I DPR Rapat Bersama Menkomdigi Bahas Transfer Data Indonesia dan AS
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.