Jakarta, VIVA – IKEA dikabarkan memangkas 850 karyawan. Ini merupakan bagian dari langkah efisiensi di tengah melemahnya belanja konsumen global dan naiknya biaya operasional.
Pemutusan hubungan kerja atau PHK dilakukan oleh Inter IKEA, perusahaan yang mengelola waralaba IKEA di 63 negara. Saat ini, IKEA disebut menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya, tarif impor Amerika Serikat, dan penurunan permintaan konsumen.
Perusahaan juga tengah mengubah strategi bisnis dengan memperbanyak toko kecil di pusat kota dan mengurangi ketergantungan pada gerai besar di pinggiran kota.
Chief Financial Officer Inter IKEA, Henrik Elm, mengatakan perusahaan perlu bergerak lebih cepat dan lebih efisien. “Kami perlu menjadi lebih cepat, mempersingkat proses pengambilan keputusan, dan fokus pada prioritas-prioritas tersebut,” katanya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin, 18 Mei 2026.
IKEA sebelumnya mencatat penurunan penjualan selama dua tahun berturut-turut. Pada akhir tahun lalu, Inter IKEA dan Ingka Group selaku operator terbesar toko IKEA juga mengganti CEO masing-masing.
Ingka Group pada Maret 2026 turut mengumumkan pemangkasan 800 pekerja kantoran. Menurut Elm, perang Iran mempercepat penurunan kepercayaan konsumen global.
Kenaikan harga bahan bakar akibat konflik tersebut membuat pengeluaran rumah tangga meningkat sehingga masyarakat mengurangi belanja barang non-prioritas seperti furnitur dan renovasi rumah.
“Pada saat kepercayaan konsumen sangat terdampak, pendapatan yang bisa dibelanjakan benar-benar menurun bagi banyak orang, terutama konsumen yang ingin kami jangkau,” ujar Elm.
Ia mengatakan IKEA kini harus menekan biaya agar tetap bisa menawarkan harga murah kepada konsumen.
“Kemampuan kami untuk menurunkan harga agar mereka mampu membeli IKEA menjadi lebih penting dari sebelumnya, dan tentu saja Anda tidak bisa mencapainya jika struktur biaya terlalu tinggi,” katanya.
Dari total 850 karyawan yang terkena PHK, sekitar 300 orang berasal dari Swedia, termasuk di Almhult yang menjadi salah satu pusat utama IKEA. Jumlah PHK tersebut setara sekitar 3 persen dari total 27.500 pekerja Inter IKEA di seluruh dunia.





