Parepare, ERANASIONAL.COM – Kericuhan terjadi saat laga antara PSM Makassar vs Persib Bandung usai di Stadion BJ Habibie, Minggu (17/5) malam.
Kekecewaan pendukung tuan rumah setelah PSM kalah dramatis 1-2 berujung aksi perusakan fasilitas stadion hingga satu unit gawang terbakar.
Situasi mulai memanas sesaat setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Suporter PSM yang kecewa melihat tim kesayangannya tumbang di kandang sendiri langsung meluapkan emosi.
Sejumlah pendukung dari tribun terbuka terlihat turun ke lapangan. Petugas keamanan sempat mencoba menghalau massa yang mulai memasuki area pertandingan.
Namun, jumlah suporter yang terus bertambah membuat kondisi sulit dikendalikan. Ketegangan di dalam stadion semakin meningkat ketika flare dan petasan mulai dinyalakan oleh suporter.
Bukan hanya dinyalakan dari tribun penonton, flare dan petasan juga dilempar ke tengah lapangan dan bahkan ke tribun VIP.
Asap tebal sempat menyelimuti beberapa bagian stadion setelah suar dinyalakan secara bersamaan.
Belakangan terungkap kerusuhan terjadi karena suporter meminta pertanggung jawaban managemen PSM yang dinilai tim kesayangannya nyaris degradasi ke liga 2.
“Kita dikalah di kandang, bikin malu saja,”teriak suporter memakai pengeras suara.
Harusnya kata suporter tersebut managemen PSM harus evaluasi menyeluruh.
“Fajrin manager PSM harus evaluasi dirinya begitu juga dengan CEO Sadikin Aksa,”teriaknya.
Selama Sadikin pegang kendali PSM kata dia, tidak ada perubahan hanya kalah terus dari pertandingan ke pertandingan lainnya.
Berbicara tentang logika, dia menyebut PSM melumpuhkan logika, dan mungkin ada yang berpikir hanya orang tolol yang mendukung PSM.
“Kami sudah habiskan uang berjuta-juta habiskan saksikan kau bertanding di manapun tapi tidak ada hasil sama sekali,”kesalnya.
Hingga saat ini belum ada keterangan dari managemen PSM terkait kericuhan yang terjadi di Stadion BJ Habibie usai laga PSM vs Persib Bandung. []





