Grid.ID – Setelah menanti selama sembilan tahun sejak menikah pada Januari 2016, Rifky Alhabsyi dan sang istri, Yulia Rahmayani akhirnya resmi menyandang status sebagai orang tua. Buah hati pertama mereka, Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi, pada Jumat (15/5/2026).
Perjalanan panjang yang ditempuh pasangan ini melalui program bayi tabung bukanlah hal yang mudah. Rifky menceritakan bahwa selama bertahun-tahun, mereka dihadapkan pada ketidakpastian yang menguji mental dan kesabaran. Namun, komitmen untuk terus berusaha menjadi kunci utama hingga keajaiban itu datang.
Bagi Rifky, berbagi cerita tentang perjuangan mereka bukan hanya untuk membagikan kebahagiaan, tetapi juga sebagai penyemangat bagi pasangan di luar sana yang tengah berjuang mendapatkan keturunan.
"Jangan menyerah, berdoa, dan tetap berusaha. Oke, ini memang enggak segampang yang kita omongin. Tapi memang semua proses harus dijalanin," kata Rifky Alhabsyi saat ditemui di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).
Rifky juga menegaskan bahwa dalam proses penantian, kegagalan adalah bagian dari perjalanan yang harus disikapi dengan bijaksana. Ia mengajak pasangan lain untuk tetap memiliki optimisme meski sempat mengalami kegagalan di masa lalu.
"Ya, enggak ada yang enggak mungkin sih. Kalau Allah berkehendak semua kan yang menentukan Tuhan. Kita kan manusia hanya bisa berusaha," kata Rifky.
Pria 42 tahun itu pun berpesan agar pasangan suami istri tidak mudah menyerah hanya karena proses yang gagal. Rifky menekankan pentingnya untuk terus melakukan brainstorming dan berkonsultasi dengan tim medis yang profesional.
"Jadi jangan karena aduh, ini keguguran misalkan, terus di sini gagal, di sini gagal. Ya dia, coba terus, gitu. Jangan menyerah, intinya sih gitu," tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Yulia. Ia mengakui bahwa proses medis seperti suntik-menyuntik vitamin dan prosedur pengambilan sel telur membutuhkan ketabahan ekstra.
"Terutama doanya juga udah enggak gampang, ya kan, proses dari awal, suntik-suntikan segala macam gitu, kan," ungkap Yulia.
Sebagai suami yang siaga, Rifky bahkan terlibat langsung dalam proses medis sang istri. Ia rutin membantu memberikan suntikan vitamin di perut Yulia sebagai bagian dari program kehamilan yang mereka jalani.
"Kita semua kita jalanin proses itu, benar-benar apa namanya, step-by-step sabar. Tapi penuh dengan tanda tanya, ini jadi atau enggak ya, gitu kan, hamil nggak ya," tutur Rifky.
Kini, setelah melewati berbagai rintangan selama sembilan tahun, Rifky dan Yulia akhirnya bisa memeluk sang buah hati dengan penuh syukur. Mereka berharap kisah perjuangannya bisa menjadi secercah harapan bagi pasangan lainnya.
"Itu ada saja. Itu manusiawi, tapi ya kita selalu apa namanya, brainstorming selalu mencoba untuk, ya udahlah. Semua orang kan bisa berkehendak, ya kan, kita kan cuman bisa berusaha," pungkas Rifky.(*)
Artikel Asli




