Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengungkapkan bahwa Museum Marsinah, yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto, menjadi magnet baru wisata berbasis sejarah dan budaya di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Wamenpar saat meninjau Museum Marsinah yang diresmikan Presiden Prabowo pada Sabtu (16/5/2026).
"Kehadiran Museum Marsinah bukan hanya menjadi ruang pembelajaran sejarah, tetapi juga dapat memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan edukasi di Desa Wisata Nglundo,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Senin (18/5).
Dalam kunjungan tersebut, Wamenpar memulai agenda dengan meninjau Monumen Marsinah yang berada di jalur provinsi Surabaya–Madiun. Didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo, Wamenpar kemudian melanjutkan peninjauan menuju Museum Marsinah.
Sebelum memasuki area museum, Wamenpar terlebih dahulu mengunjungi rumah keluarga Marsinah yang menjadi tempat kelahiran dan masa tumbuh tokoh buruh perempuan kelahiran 10 April 1969 tersebut.
Di rumah itu, Wamenpar melihat kamar tidur, ruang utama, serta berbagai dokumentasi perjalanan hidup Marsinah yang dipajang dalam bingkai besar dan deretan penghargaan dari berbagai pihak.
Sementara di kompleks museum yang berada berdampingan dengan rumah keluarga, Wamenpar meninjau sejumlah koleksi pribadi Marsinah yang tersimpan dan dipamerkan kepada publik. Koleksi tersebut antara lain sepeda onthel yang pernah digunakan Marsinah, seragam pabrik, tas, dompet, ijazah sekolah, hingga berbagai catatan perjuangan yang disajikan secara informatif dan edukatif.
“Kehadiran museum ini akan menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberi nilai pembelajaran bagi masyarakat,” ujar Ni Luh Puspa.
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Nglundo, Eko Fitri Puji Harto, menyampaikan harapannya agar penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional dapat semakin meningkatkan daya tarik Desa Wisata Nglundo sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Jawa Timur.
“Harapannya tentu, mari bersama-sama ikut meramaikan. Dengan diangkatnya Marsinah sebagai pahlawan buruh, kami dari Pokdarwis akan menyiapkan berbagai hal yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman saat datang ke Desa Wisata Nglundo,” kata Eko.
Sebagai desa wisata rintisan, Eko mengakui pihaknya masih membutuhkan pendampingan dalam pengembangan paket wisata, peningkatan kualitas pelayanan, keamanan, hingga kenyamanan wisatawan.
“Kami sangat berharap dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar Desa Wisata Nglundo dapat berkembang dengan baik,” ujarnya.
Baca Juga: Museum Marsinah Rp3,8 Miliar Berdiri Tanpa Uang Negara
Baca Juga: Prabowo Tersentuh Lihat Kamar Marsinah: Pengusaha Serakah Tak Sesuai Dasar Republik
Eko menambahkan, pihaknya juga menjalin kolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam mendukung promosi, pemasaran, serta distribusi produk desa. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan suvenir, produk kreatif, hingga paket wisata berbasis sejarah dan budaya lokal.
“Kami ingin pengunjung benar-benar merasa nyaman datang dan menikmati pengalaman wisata di Desa Wisata Nglundo,” katanya.





